Blog Archive

Labels

Advertisement

Report Abuse

Popular Posts

FOLLOW US @ INSTAGRAM

About Me

NEW POST!

Popular Posts

Skip to main content

Mari Berkenalan!


            Sesuatu hal yang tak pernah terpikirkan oleh ku ketika memulai blog ini. Sesuatu yang sangat penting, sayangnya terabaikan. Apalagi kalau bukan karena pepatah “Tak kenal maka tak sayang.” Demi kenyamanan pembaca atau pengunjung di blog ini. Dengan hati yang suci di bulan Ramadan ini aku akan memperkenalkan diriku kepada kalian.

            Halo nawak-nawak! Perkenalkan aku manusia biasa yang sukanya makan tidur makan tidur, jarang minum susu tapi rajin menabung. Aku seorang wanita berbadan mungil, namun bermimpi tinggi. Paling gak lebih tinggi dari Petronas atau Monas lah. Aku lahir di bumi yang diperdebatkan kejelasnnya, bulat atau datar. Tapi yang jelas aku lahir di Kota Malang, katanya sih Kota Ijo Royo-Royo, sayangnya sekarang menjadi Kota Ijo Ruko-Ruko. Tempat tinggalku agak melipir dari Kota Malang, biasanya arek malang menyebut alamatku adalah Malang coret alias daerah-daerah pinggiran Kota Malang. Tempatku besar ini adalah daerah yang amat terkenal bahkan punya nama dalam bahasa Inggris, di mana lagi kalau bukan Wagir City!

            Aku ditakdirkan lahir dari rahim seorang ibu guru yang gak begitu cerewet, tapi suka benar. Misalnya kalau aku liburan di rumah, “Awakmu iku lek preian nyapu ngono lo, dipel!! Kamu tuh kalau liburan, rumahnya disapu, dipel!!” Tentunya besok aku laksanakan perintah Kanjeng Ratu. Lalu kalau Kanjeng Ratu pulang kerja, “Awakmu iki lapo ae preian! Kamu nih ngapain aja liburan?” “Nyapu dan ngepel” “Wes masak?!” aku bergeleng-geleng ria. “Masak ngono lo! Masak dong!” Peraturan pertama di rumah, Ibu selalu benar! Tapi, ibuku ini orang yang cukup lucu juga.

            Suatu hari ketika aku masih di bangku abu-abu, aku tiba-tiba sakit perut. Kebetulan waktu itu hari sabtu, jadi aku pulang lebih awal. Aku terbiasa membawa motor sendiri, tapi kalau sakit seperti ini, mana bisa aku pulang? Maka dari itu, aku sms ibuku.

“Buk, perutku sakit. Aku gak bisa pulang dulu.”

“Ya wes, kamu ke rumah sakit depan sekolahmu dulu ya! Masuk UGD!”

“.... enggak wes, gak papa. Aku di UKS ini.

“Wes masuk o ke UGD dulu! Nanti ibu nyusul, lha ibu mau naik apa ke sana! Ibu gak bisa motoran! Wes ke UGD dulu, ibuk mau facial dulu.”

“......”
            Begitulah ibu ku yang paling ku sayang. Selain itu, aku tak mungkin lahir tanpa bantuan laki-laki bukan? Hehe... Bapak ku adalah seorang guru yang amat ditakuti dan dibenci di sekolahnya. Siapa lagi kalau gak dibenci murid-muridnya. Bapak ku terkenal keras, tegas dan disiplin. Kalau dulu waktu masih brengosen alias kumisnya tumbuh, sampai sekarang masih tumbuh sih, warnanya tuh hitam pekatt! Makin serem gak tuh! Jangankan muridnya, anaknya aja nangis ngeliat bapaknya! Hehe J Itu lah bapakku DAHULU KALA! Sekarang? Jarang banget yang namanya marah-marah. Mungkin, bapak memiliki kisah yang membuatnya berubah menjadi orang yang seperti sekarang. Ya, mungkin beginilah cara Tuhan memberikan hidayah-Nya. Patut disyukuri saodara! Saya dapet nilai jelek gak dimarahi lagi. Hehehe JJJ

            Anyway, aku punya kakak laki-laki. Dia sudah menikah tahun kemarin dan sekarang menetap di ibu kota Provinsi Jawa Timur. Tidak ada yang spesial dari dia, jadi gak usah diceritain aja kali ya. Hahaha... oh! Tapi ada satu kejadian lucu yang terjadi di antara kami. Mungkin ini disebut hikmah menjadi anak bungsu. Waktu aku masih sekolah dasar ada sebuah trend di kalangan masyarakat. Namanya “Smackdown”. Trend ini muncul pertama kali melalui acara televisi swasta dan sempat diprotes karena banyak anak-anak kecil yang melakukan adegan berbahaya ini. Selain itu, kabar baiknya kami melakukannya di rumah. Di atas kasur malam hari ba’da isya yang pada akhirnya aku nggelundung alias terjatuh dari kasur lalu menangis. Mas ku? Dijewer bapak dong!! Hehehe! Happy ending kan! #Proudtobeanakbungsu

            Sekarang aku sudah berumur 20 tahun. Alhamdulillah bisa hidup sampai saat ini dan bisa berkarya. Aku ini orang yang suka bermimpi, tapi gak tahu kenapa mimpi-mimpi ku ini susah banget diperjuangkan bahkan diraih. Mungkin saking tingginya mimpi ini, jadi usahaku harus seimbang juga. Tapi, entahlah. Pasang surut air laut itu ternyata tidak hanya ada di laut lepas, tapi juga di samudera kebatinan. Iman yang ada dalam diri pun kadang tak sanggup menahan beban duniawi. Mungkin begini lah manusia yang hidup di galaxy infinity.

            Aku suka berkarya. Aku suka musik, menyanyi, menari, menulis dan membicarakan orang pun suka. Aku suka mempelajari hal-hal yang baru yang sesuai dengan minatku. Tapi, orang-orang disekelilingku mungkin tak suka. Suka dan tidak sukanya mereka, bukan urusanku. Karena penemuan terbaru di umur 20 tahun ini adalah menjadi bodo amat itu penting. Itu lah sebabnya, aku tetap menulis meski tulisanku tak seseru karya Tere Liye atau seromantis Jojo Moyes. Aku tetap menjadi K-Popers meski katanya orang yang sudah berhijrah musik itu haram dan lebih baik meninggalkan duniawi. Aku tetap menari meski hanya di rumah. Dan aku tetap membicarakan orang, kalau aku khilaf. Kalau lagi beriman sih nahan, meskipun kebelet juga.

            Inilah aku, Yaniar Dian Rahayu, anak paling keras kepala, kadang nyebelin dan pasti ngangenin. Dan si penulis blogger yang masih belajar untuk berkarya di dunia tulis menulis.

Comments

  1. lanjutkan karyamu nak. kau menghiburku malam ini wkwk. smangat makkk!!

    ReplyDelete
  2. terima kasih! terus mampir di blog ini ya!!!

    ReplyDelete

Post a Comment