Blog Archive

Labels

Advertisement

Report Abuse

Popular Posts

FOLLOW US @ INSTAGRAM

About Me

NEW POST!

Popular Posts

Skip to main content

[Part 3] Jalan-Jalan Gratis ke Jerman



Assalamualaikum semuanya!
            Maafkan baru sekarang update lagi, karena beberapa hari yang lalu laptop ku lagi sakit dan ada tugas-tugas yang lebih penting J Tapi tenang, sekarang udah sehat lagi kok. Ya udah yuk cuss langsung ke ceritanya!

            Selama aku tinggal di Jerman, setiap minggu ada aja yang namanya Party. Hari pertama kami sampai pun ada Openig Party. Tapi, jangan dikira ini party yang ada beer, martini atau apalah itu ya. Di sini adanya adalah snacks dan cola. Berbagai jenis fanta ada di sini, begitu juga coca cola. Tenang, gak mabuk-mabukkan kok. Party ya identik dengan dance dan senang-senang, jadi ya kami memang cuma senang-senang di sana. Tema yang diusung saat party pun berbeda-beda. Awalnya ya biasa aja, tapi party yang selanjutnya bertema harus ugly. Jadi, banyak banget teman-temanku yang tampil jelek banget dan gila-gilaan wwkwkw. Selain itu, ada juga party yang mana kita harus tukeran baju antar lawan jenis. Jadi, yang cowok jadi cewek dan begitu sebaliknya. Menarik sih memang, tapi karena pada dasarnya orang Asia gak terbiasa dengan party ya kami duduk-duduk aja waktu party sambil makan. Hahaha.. Keanehan waktu Party yang mengharuskan kita berdandan se-ugly mungkin adalah seburuk apapun diriku, teman-teman masih mengatakan kalau aku cantik. Hahaha... Emang gini ya, jadi kembarannya Sandra Dewi :v





            Selain party, sempat ada juga workshop. Tapi, Workshop ini hanya diperuntukkan siswa yang berada di kelas B1 dan B2. Karena kalau A1 atau A2 yang jadi audiencenya, gak bakal paham narasumbernya ngomong apa. Oleh sebab itu, buat teman-teman yang mau kuliah atau tinggal di Jerman paling tidak minimal bisa berbahasa Jerman setara B1. Memang syaratnya secara teknis adalah minimal selevel A1. Tapi, A1 itu gak cukup. Kalau cuma A1 belum bisa mengajak ngomong orang lain, masih level yang dasar banget. Jadi, semangatt buat kalian yang mau meraih mimpi di Jerman!

            Workshop ini juga diadakan sekali saja. Waktu itu tema dari workshop (kalau gak salah) adalah Umweltschutz (kebersihan lingkungan). Sebenarnya saat itu pun aku juga gak benar-benar paham apa yang narasumbernya katakan, jadinya workshop hari itu terkesan membosankan. Tapi, satu hal yang penting dari workshop ini adalah aku bisa tahu sepeduli apa orang Jerman terhadap lingkungan. Kalau kita membandingkan dengan kondisi di sini pasti terlihat sangat jelas bedanya. Masih banyak sampah plastik yang tersebar di sini, belum lagi polusi yang merajalela. Di sini aku juga belajar lebih banyak bagaimana orang Jerman merawat lingkungannya sendiri. Jenis tempat sampah di Jerman ini bisa ada 3-5 jenis tong sampah dan mereka itu kalau sampai salah buang sampah atau masukinnya ke tempat yang salah akan diingatkan oleh orang lain. Bahkan bisa jadi dimarahin. Sampai segitunya kebersihan dijunjung tinggi.


            Selain Workshop aku juga mengunjungi Universitas Mannheim. Universitas ini dari luar biasa-biasa aja. Gersang. Karena memang tidak ada tamannya di bagian depan kampus. Apalagi kami datang saat musim panas, jadi bisa benar-benar panas sekali kesannya. Namun, dibalik ‘biasa-‘biasa’ saja ada sesuatu yang indah di dalam. Setelah jalan-jalan di dalam kampusnya, aku paling jatuh cinta dengan perpustakaannya. Baguss, besar, luas dan nyaman sekalii. Sayangnya tidak banyak foto yang bisa aku ambil, karena hp ku saat itu sedang bermasalah di kartu memorinya. Jadi, ya hanya bisa dinikmati dengan mata. J Perpustakaan di sini benar-benar maju, beda pastinya dengan perpustakaan di kampus ku atau perpustakaan kota. Di sini ada tempat yang digunakan untuk diskusi kelompok, ada yang untuk berdua, berempat ada juga yang untuk perorangan. Saat itu, aku berimajinasi sedang menikmati kenyamanan di perpustakaan hehe.. maklum kalau di Indonesia jarang ke perpus haha...



            Lanjut setelah ke perpustakaan, kami juga ke kantinnya, kalau di sini disebut Mensa. Sebenarnya ada perbedaan antara Kantin dan Mensa, kalau Mensa kita mengambil sendiri makanannya. Sedangkan kantin itu kebalikannya (seingatku begitu, mohon dikoreksi ya kalau salah hehe). Mensanya besar dan menu makanannya fresh artinya adalah makanan yang disediakan sedang dimasak dan langsung disajikan. Jadi, bukan seperti di warung-warung yang masaknya pagi terus dijualnya seharian. Di sini kami juga harus cerdik memilih makanan yang halal dan alhamdulillah dapat. Setelah selesai makan kami kembali ke asrama.

            Btw, bagi kalian yang tidak tahu Universitas Mannheim bisa loh dicari informasinya di google. Universitas ini termasuk salah satu universitas bergengsi di Jerman. Informasi lebih dalamnya silahkan di cek di google. J


            Kegiatan selain itu, kami juga mengunjungi museum-museum di Jerman. Kunjungan museumnya banyakk sekali, tapi paling menarik adalah Museum Mercedes Benz di Stuttgart. Ya bisa dibilang ke Museum Angkutnya Jerman hahaha.. Di museum banyak sekali sejarah bagaimana mereka mendesain mobil dari yang tradisional sampai yang mewah. Seru pakai banget pokoknya! Meskipun belum punya Mercedes Benz ke museumnya dulu aja, siapa tahu nanti punya haha.


dipilih-dipilih mobilnya hehe :v

            Kami juga mengunjungi museum-museum lainnya, seperti museum bekas perang dunia 2 dan Museum Würth. Namun, beberapa museum ada yang menolak untuk diambil gambarnya ketika kami di dalam, salah satunya Museum Würth. Di museum ini kami belajar karya-karya lukisan yang berkembang pada zaman dulu, salah satunya lukisan karya Pablo Picaso. Sayangnya saat itu aku belum begitu kenal dengan beliau, sekarang setelah kuliah tahu deh siapa beliau hehe. Sebenarnya aku tidak begitu suka museum, karena normalnya orang Indonesia itu kalau liburan paling ke Batu, ke tempat wisata alam atau mungkin nonton gitu kan. Nah, kalau orang Jerman nih beda. Mereka kalau liburan ke museum, meskipun traveling ke luar negeri yang dikunjungi selain keindahan alamnya juga mengunjungi tempat-tempat bersejarah. TAPI, gak semua orang seperti itu. Mayoritas seperti itu. Mungkin kalau generasi mudanya lebih suka party daripada ke museum hehe... 

calon CEO Mercedes-Benz 2030, kalau gak keburu kiamat

           Jadi, begitulah cerita hari ini. Memang porsinya lebih sedikit dari cerita sebelumnya dan lebih berat juga. Tapi, memang beginilah pengalamanku. Tidak banyak foto yang bisa ku ambil karena hpku tidak cukup memuat semua foto. Hpku juga sering hang dan susah untuk di cas waktu di sana. Ya mau bagaimana lagi, mau beli di Jerman ga ada duit. Ya dinikmati ajalah, yang penting kan pengalamannya. J

            Banyak sekali hal-hal yang bisa dipelajari di Jerman. Salah satunya kunjungan museum, aku jadi sadar. Seharusnya meskipun kita kuliah berangkat pagi pulang bahkan pagi juga, kita harus tetap bekerja. Tetap harus menimba ilmu, salah satunya ke museum. Kalau ke museum itu jangan cuma foto terus upload, alangkah lebih baik kalau kita juga belajar bagaimana sejarah itu bercerita. Jangan sampai nilai yang diterima di sekolah atau kuliah itu hanya sebatas nilai di atas kertas, jadikan nilai kita itu benar-benar menunjukkan diri kita sendiri. Jadilah manusia yang berkualitas. Karena kalau bukan kita siapa lagi?

carilah diriku yang sumpah gak karu-karuan!

aku yang masih unyu bersama kemenangan yang mau cantik tapi gagal haha 

kegiatan ketika Ausflug yang paling ku suka, makan roti isi keju yang sangat ku rindukan sampai sekarang. Karena rasa roti di sini tidak seenak roti di Jerman :(

Comments