Assalamualaikum semuanya!
Maafkan
baru sekarang update lagi, karena
beberapa hari yang lalu laptop ku lagi sakit dan ada tugas-tugas yang lebih
penting J Tapi tenang,
sekarang udah sehat lagi kok. Ya udah yuk cuss langsung ke ceritanya!
Selama aku tinggal
di Jerman, setiap minggu ada aja yang namanya Party. Hari pertama kami sampai
pun ada Openig Party. Tapi, jangan dikira ini party yang ada beer, martini atau
apalah itu ya. Di sini adanya adalah snacks dan cola. Berbagai jenis fanta ada
di sini, begitu juga coca cola. Tenang, gak mabuk-mabukkan kok. Party ya
identik dengan dance dan senang-senang, jadi ya kami memang cuma senang-senang
di sana. Tema yang diusung saat party pun berbeda-beda. Awalnya ya biasa aja,
tapi party yang selanjutnya bertema harus ugly.
Jadi, banyak banget teman-temanku yang tampil jelek banget dan gila-gilaan
wwkwkw. Selain itu, ada juga
party yang mana kita harus tukeran baju antar lawan jenis. Jadi, yang cowok jadi
cewek dan begitu sebaliknya. Menarik sih memang, tapi karena pada dasarnya
orang Asia gak terbiasa dengan party ya kami duduk-duduk aja waktu party sambil
makan. Hahaha.. Keanehan waktu Party yang mengharuskan kita berdandan se-ugly mungkin adalah seburuk apapun diriku, teman-teman masih mengatakan kalau aku cantik. Hahaha... Emang gini ya, jadi kembarannya Sandra Dewi :v
Selain
party, sempat ada juga workshop. Tapi, Workshop ini hanya diperuntukkan siswa
yang berada di kelas B1 dan B2. Karena kalau A1 atau A2 yang jadi audiencenya,
gak bakal paham narasumbernya ngomong apa. Oleh sebab itu, buat teman-teman
yang mau kuliah atau tinggal di Jerman paling tidak minimal bisa berbahasa
Jerman setara B1. Memang syaratnya secara teknis adalah minimal selevel A1. Tapi,
A1 itu gak cukup. Kalau cuma A1 belum bisa mengajak ngomong orang lain, masih
level yang dasar banget. Jadi, semangatt buat kalian yang mau meraih mimpi di
Jerman!
Workshop
ini juga diadakan sekali saja. Waktu itu tema dari workshop (kalau gak salah) adalah Umweltschutz (kebersihan lingkungan).
Sebenarnya saat itu pun aku juga gak benar-benar paham apa yang narasumbernya
katakan, jadinya workshop hari itu terkesan membosankan. Tapi, satu hal yang
penting dari workshop ini adalah aku bisa tahu sepeduli apa orang Jerman
terhadap lingkungan. Kalau kita membandingkan
dengan kondisi di sini pasti terlihat sangat jelas bedanya. Masih banyak sampah
plastik yang tersebar di sini, belum lagi polusi yang merajalela. Di sini aku
juga belajar lebih banyak bagaimana orang Jerman merawat lingkungannya sendiri.
Jenis tempat sampah di Jerman ini bisa ada 3-5 jenis tong sampah dan mereka itu
kalau sampai salah buang sampah atau masukinnya ke tempat yang salah akan
diingatkan oleh orang lain. Bahkan bisa jadi dimarahin. Sampai segitunya
kebersihan dijunjung tinggi.
Selain Workshop aku juga mengunjungi
Universitas Mannheim. Universitas ini dari luar biasa-biasa aja. Gersang. Karena memang
tidak ada tamannya di bagian depan kampus. Apalagi kami datang saat musim
panas, jadi bisa benar-benar panas sekali kesannya. Namun, dibalik ‘biasa-‘biasa’
saja ada sesuatu yang indah di dalam. Setelah jalan-jalan di dalam kampusnya,
aku paling jatuh cinta dengan perpustakaannya. Baguss, besar, luas dan nyaman
sekalii. Sayangnya tidak banyak foto yang bisa aku ambil, karena hp ku saat itu
sedang bermasalah di kartu memorinya. Jadi, ya hanya bisa dinikmati dengan mata.
J Perpustakaan di
sini benar-benar maju, beda pastinya dengan perpustakaan di kampus ku atau
perpustakaan kota. Di sini ada tempat yang digunakan untuk diskusi kelompok,
ada yang untuk berdua, berempat ada juga yang untuk perorangan. Saat itu, aku
berimajinasi sedang menikmati kenyamanan di perpustakaan hehe.. maklum kalau di
Indonesia jarang ke perpus haha...
Lanjut setelah ke perpustakaan, kami
juga ke kantinnya, kalau di sini disebut Mensa. Sebenarnya ada perbedaan antara Kantin dan Mensa, kalau Mensa kita mengambil sendiri makanannya. Sedangkan kantin itu kebalikannya (seingatku begitu, mohon dikoreksi ya kalau salah hehe). Mensanya besar dan menu makanannya fresh artinya adalah makanan
yang disediakan sedang dimasak dan langsung disajikan. Jadi, bukan seperti di
warung-warung yang masaknya pagi terus dijualnya seharian. Di sini kami juga
harus cerdik memilih makanan yang halal dan alhamdulillah dapat. Setelah selesai
makan kami kembali ke asrama.
Btw, bagi kalian yang tidak tahu
Universitas Mannheim bisa loh dicari informasinya di google. Universitas ini
termasuk salah satu universitas bergengsi di Jerman. Informasi lebih dalamnya
silahkan di cek di google. J
Kegiatan selain itu, kami juga mengunjungi
museum-museum di Jerman. Kunjungan museumnya banyakk sekali, tapi paling menarik
adalah Museum Mercedes Benz di Stuttgart. Ya bisa dibilang ke Museum Angkutnya
Jerman hahaha.. Di museum banyak sekali sejarah bagaimana mereka mendesain
mobil dari yang tradisional sampai yang mewah. Seru pakai banget pokoknya! Meskipun
belum punya Mercedes Benz ke museumnya dulu aja, siapa tahu nanti punya haha.
dipilih-dipilih mobilnya hehe :v
Kami juga mengunjungi museum-museum
lainnya, seperti museum bekas perang dunia 2 dan Museum Würth. Namun, beberapa museum ada yang menolak untuk diambil gambarnya ketika kami di dalam, salah satunya Museum Würth. Di museum ini kami belajar karya-karya lukisan yang berkembang pada zaman dulu, salah satunya lukisan karya Pablo Picaso. Sayangnya saat itu aku belum begitu kenal dengan beliau, sekarang setelah kuliah tahu deh siapa beliau hehe. Sebenarnya aku tidak begitu
suka museum, karena normalnya orang Indonesia itu kalau liburan paling ke Batu,
ke tempat wisata alam atau mungkin nonton gitu kan. Nah, kalau orang Jerman nih
beda. Mereka kalau liburan ke museum, meskipun traveling ke luar negeri yang dikunjungi selain keindahan alamnya
juga mengunjungi tempat-tempat bersejarah. TAPI, gak semua orang seperti itu. Mayoritas
seperti itu. Mungkin kalau generasi mudanya lebih suka party daripada ke museum
hehe...
calon CEO Mercedes-Benz 2030, kalau gak keburu kiamat
Jadi, begitulah cerita hari ini. Memang
porsinya lebih sedikit dari cerita sebelumnya dan lebih berat juga. Tapi,
memang beginilah pengalamanku. Tidak banyak foto yang bisa ku ambil karena hpku
tidak cukup memuat semua foto. Hpku juga sering hang dan susah untuk di cas waktu di sana. Ya mau bagaimana lagi,
mau beli di Jerman ga ada duit. Ya dinikmati ajalah, yang penting kan
pengalamannya. J
Banyak sekali hal-hal yang bisa
dipelajari di Jerman. Salah satunya kunjungan museum, aku jadi sadar. Seharusnya
meskipun kita kuliah berangkat pagi pulang bahkan pagi juga, kita harus tetap
bekerja. Tetap harus menimba ilmu, salah satunya ke museum. Kalau ke museum itu
jangan cuma foto terus upload, alangkah lebih baik kalau kita juga belajar
bagaimana sejarah itu bercerita. Jangan sampai nilai yang diterima di sekolah
atau kuliah itu hanya sebatas nilai di atas kertas, jadikan nilai kita itu
benar-benar menunjukkan diri kita sendiri. Jadilah manusia yang berkualitas. Karena
kalau bukan kita siapa lagi?
carilah diriku yang sumpah gak karu-karuan!
aku yang masih unyu bersama kemenangan yang mau cantik tapi gagal haha
kegiatan ketika Ausflug yang paling ku suka, makan roti isi keju yang sangat ku rindukan sampai sekarang. Karena rasa roti di sini tidak seenak roti di Jerman :(














Comments
Post a Comment