Blog Archive

Labels

Advertisement

Report Abuse

Popular Posts

FOLLOW US @ INSTAGRAM

About Me

NEW POST!

Popular Posts

Skip to main content

[Part 2] Jalan-Jalan Gratis ke Jerman



Assalamualaikum!!

            Sesuai dengan janjiku, aku kembali berbagi tentang cerita selanjutnya. Sudah tidak sabar, bukan? Yuk dah langsung cus baca cerita selanjutnya!

            Setelah perjalanan yang berjam-jam dan menguras energi, kami akhirnya tiba di Bandara Frankfurt, Jerman. Bandaranya cukup padat di sini, tapi tidak sebesar Schiphol Airport menurutku. Kami langsung menuju tempat pengambilan koper sesuai dengan nomor penerbangan kami. Setelah menunggu beberapa menit, koper ku keluar dengan tidak selamat L Pada dasarnya koperku adalah koper kain, yang mana sangat rentan mengalami kerusakan. Dan baru hari PERTAMA di Jerman, koper saya sudah robek pemirsahh L Robeknya tidak parah sih, hanya robekan kecil dibagian depan. Kecil kok 10 cm :‘) Alhamdulillah masih selamat. Sebenarnya niat buat beli koper baru, tapi kasian duitnya nanti habis wkwkwk..

            Karena penjemput kami belum datang, jadilah kami menunggu mereka selama beberapa jam. Selama menunggu mereka aku masih “tidak sadarkan diri” bahwa sebenarnya aku sudah menapak di tanah negara Jerman. Cita-cita ku sejak SMP untuk mengarungi dunia rasanya sudah selangkah lebih maju. Hati ini rasanya campur aduk, senang banget, tapi juga bingung, bahkan nulis cerita ini sampai bingung mau menggambarkan seperti apa saking terpananya dengan realita di depan mata. Deutschland ist mein Traumland~

            Ada sedikit cerita lucu ketika kami menunggu dijemput. Kami 17 orang duduk mengemper selayaknya orang Indonesia yang suka ngemper wkwk... di sana kami diliatin orang-orang dengan tatapan macam-macam. Yang paling lucu itu, ketika ada yang mengira bahwa kami adalah tim sepak bola dan mau bertanding. Hahaha... Guru pendamping kami juga postur badannya tidak jauh beda dengan kami, jadi dianggap sama alias sama-sama siswa. Hehehe...

Jalan-jalan boleh ke Jerman, tapi jiwa tetap Indonesia! Hidup ngemper!

            Tidak lama kemudian penjemput kami datang. Mereka adalah Betreuer/in (pengasuh) yang akan membantu kami selama 21 hari di Jerman. Selain itu ada 3 Praktikan/in yang membantu kami juga. Mereka ini main role-nya di kehidupan sehari-hari ya guys, persis seperti kakak pengasuh gitu lah. Selain itu, ada juga Lehrer/in yang tugasnya sebagai guru kami ketika di kelas. Ada 2 orang penting lagi, mereka adalah ketua dan wakil penanggung jawab Sommerjugendkurs di Hohebuch ini.

            Setelah kami bertemu Betreuer, kami menuju bis yang sudah siap mengantarkan kami ke Studentenwohnheim (asrama). Sebelum berangkat, kami menunggu kedatangan teman-teman yang berasal dari Brazil. Tidak lama bis berjalan dan selama perjalanan mataku berkeliaran ke sana kemari melihat pemandangan Jerman yang sangat jauh di luar dugaan, padahal kepalaku sudah pusing, capek, ngantuk sekali butuh istirahat. Ini namanya jet lag.

 gandum

gandum lagi

gandum di mana-mana

            Jerman yang dipikiranku benar-benar di luar dugaan. Aku membayangkan bahwa Jerman itu yang gedungnya tinggi-tinggi, banyak orangnya, sibuk sekali orang-orangnya. Ternyata Jerman yang ku kunjungi, lebih tepatnya Hohebuch, ini menyerupai sebuah desa. Bahkan asrama kami dikelilingi oleh gandum. Kalau kata temen-temenku, di kelilingi perkebunan cococrunch. Hahaha...

ASRAMA


ini masih panjang ke belakang gedungnya

            Kegiatan pertama kami adalah mengisi data diri, lalu menitipkan uang kami di salah satu panitia, lalu mencari kamar kami masing-masing. Alhamdulillah aku dapat kamar yang untuk dua orang dan sekaligus kamar mandi dalam. Sedangkan, banyak dari teman-temanku yang sekamar 2-3 orang tapi menggunakan kamar mandi luar. Rezeki punya kamar mandi dalam adalah menerima sewa kamar mandi untuk teman-teman yang gak kebagian kamar mandi luar (ngantri cin) atau yang bangun kesiangan hahaha..



 itu udah acak-acakan karena udah ditidurin hehe :)

Meine Zimmergenossin aus Ukraine, Lera

            Karena kami tinggal di asrama, jadi semua hal serba diatur. Jadwal makan, pembersihan kamar, Flurbesprechung (diskusi malam dengan Betreuer) dan lain-lain. Bahkan jadwal menu makan kami pun sudah diatur, jadi gak ada tuh bosen makan dengan menu yang itu-itu saja. Hidup di Jerman mengajarkan kami untuk hidup serba teratur dan disiplin waktu.



ini menu makanannya di hari Jumat, 15 Juli 2016

            Di hari kedua, kami melakukan tes penempatan kelas. Tesnya sama seperti tes A1/A2. Bersyukur sekali aku bisa masuk di kelas B1 dan di sini skill berbicara benar-benar diasah. Sayangnya, aku tidak melakukan dengan maksimal di kelas. Karena aku terlalu takut untuk berbicara dalam bahasa Jerman. Mungkin ini ya kekurangan siswa di Indonesia, kurang terasah skill berbicara bahasa asingnya. Selama ini kita hanya belajar teori-teori, jadi kurang lihai dalam mempraktikan. Kurang PD! Ayo lebih PD guys!

            Setiap hari akan ada jadwal-jadwal seperti di atas. Biasanya aku foto jadwalnya, karena itu lebih efektif supaya gak bolak balik liatin jadwal. Yang paling seru tuh kalau setelah Mittagessen (makan siang) kami akan melakukan kegiatan yang kadang sama, tapi kadang juga berbeda. Misalnya kami pergi Wanderung (mendaki), selain itu kalau yang berbeda biasanya memilih mau aktivitasnya bikin post card, renang atau bermain mini golf. Di Jerman wajib untuk mengecek keadaan cuaca, karena cuaca di Jerman itu beda dengan di Indonesia yang banyak gak pastinya. Kayak kamuuu.. eh..

            Ada cerita unik ketika aku tes penempatan kelas. Saat Tes Berbicara, penguji bertanya kepadaku mengapa aku membawa banyak sekali uang saat ke Jerman. Lalu aku menjawab dengan kekurangan skill berbicaraku, aku mengatakan bahwa keluargaku menyukai Cokelat, jadi aku harus membelikan mereka cokelat yang banyak. LOL! Maklum sih, orang Jerman mungkin gak kenal Oleh-Oleh buat keluarga ya guys.. wkwk... tapi, sebenernya kenal kok. Cuma gak se-alay orang Indo aja, kalau kita kan oleh-oleh boyongan yaa. Wwkwk...

            Selama 3 minggu di Jerman aku juga mengunjungi 3 kota. Kota pertama adalah Nurnberg. Kami pergi menggunakan bis dan ketika sampai di sana, kami harus pergi berkelompok minimal 3 orang dalam satu kelompok. Kami juga diberi denah kotanya dan diberikan waktu beberapa jam untuk keliling kota tersebut. Nurnberg ini cukup banyak gerejanya dan rata-rata bergaya gotik. Bergaya gotik ini memiliki arti, kalau gedungnya makin lancip ke atas itu menandakan lebih dekat dengan Tuhan. Mohon dikoreksi ya kalau salah. J

Ketika kami tiba di sana, kebetulan juga ada Tradisional Markt. Ada banyak orang menjual sayur mayur yang fresh dan ini menjadi pemandangan yang baru untukku. Aku benar-benar salut dengan orang Jerman. Meskipun itu pasar tradisional, kebersihan itu tetap dijaga. Gak ada tuh becek-becek jalannya atau kotoran sayur dimana-mana. Wirklich sauber! It’s really clean!

            Di kota ini aku jalan-jalan bersama Inez dan Adel. Kami keliling-keliling kota dan memasuki toko-toko yang menurut kami menarik. Tapi, saking asyiknya masuk ke sebuah toko. Kami kehabisan waktu berkeliling kota. Jadinya, nyesel.. karena kurang jauh jalannya wkwkwk... Btw, Nurnberg ini rame banget waktu itu. Padatt sekali, banyak orang yang datang silih berganti. Selain itu, panasnya bukan main. Dan ketakutanku kalau orang Jerman tinggi-tinggi itu terpatahkan. Ternyata banyak kok, bule-bule yang postur tubuhnya sama kayak aku. Bahkan postur tubuh itu bukan penghalang bagi kami untuk melakukan sesuatu.


Di sini ada banyak cafe dan barang-barang yang dijual relatif mahal 



            Selain Kota Nurnberg, kami juga mengunjungi Kota Stuttgart. Ini adalah salah satu kota yang wajib aku kunjungi di kunjungan selanjutnya! Sebenarnya cukup ambigu alasanku untuk kembali ke kota ini. Ketika aku datang di kota ini dan jalan-jalan bersama teman-temanku, tiba-tiba aku merasa jatuh cinta dengan kota ini. Padahal ya di sana cuma shopping. Aku merasa nyaman sekali di sini, kotanya memang padat. Padat banget malahan, lebih padat daripada Nurnberg. Tapi, senangg sekali rasanya di sini. Aku juga sempat tersesat dengan Adel. Untungnya, ada Tourist Information di sana. Selain itu, saat tersesat itu aku mensyukuri satu hal. Aku menemukan Stasiun Stuttgart yang mana bagus banget dari luar. Bangunannya unik menurutku, terkesan eropa banget lah. Namanya, Bahnhofsturm. Di Google banyak yang bilang kalau ini sedang dalam rekonstruksi, tapi kalau dulu kami ke sana sedang baik-baik saja. Sayangnya, dulu gak sempat masuk liat aja dari luar. Stasiun ini adalah stasiun pusat di Kota Stuttgart.

Stasiun Pusat Stuttgart

            Di Stuttgart ini aku lebih banyak berjalan-jalan daripada di Nurnberg. Sampai-sampai kepalaku pusing karena terlalu banyak jalan, tapi kurang makan haha. Kebetulan juga, ketika jalan-jalan di sini ada street dance gitu. Jadi, ada orang yang nge-dance di tengah-tengah jalan lalu ada yang memberi tip.. Seru sekali pokoknya. Hal yang menarik lagi adalah Schloss atau Istana kerajaan. Tepat di König Straße (Jalan König) ada sebuah istana kerajaan yang luass dan besarr sekali. Sayangnya, kami tidak bisa masuk ke sana. Jadi, hanya dilihat dari luar saja. Kalau dilihat dengan mata kepala sendiri asli! Baguss banget!! Bahkan difoto lewat hapeku gak muat, saking luasnya. Awakmu ae yar kurang mundur lek foto! J







            Setelah Stuttgart ada kota terfavorit aku yang tentunya menjadi list kota selanjutnya yang harus aku kunjungi lagi, namanya Schwäbisch Hall. Bagi kalian yang mem-follow akun Instagram aku, pastinya tidak asing jika aku kadang mengunggah foto dengan lokasi Schwäbisch Hall. Kota ini termasuk kota kecil yang sangat sedikit penghuninya. Di kota ini aku merasakan rasa damai dan tentram. Bahkan karena kecilnya itu, serasa seperti rumah. Kami mengunjungi kota ini tidak hanya sekali, tapi kalau tidak salah tiga kali. Mungkin teman-temanku yang lain ada yang lebih dari itu, karena mereka memilih aktivitas di luar ruangan dan mungkin jujukannya ya ke kota ini. Karena kota ini adalah satu-satunya kota yang terdekat dengan Hohebuch. Sayangnya, di sini tidak ada Starbucks. Jadi, buat pecinta Starbucks ditahan dulu nafsunya yaa kalau main ke sini. Bagi yang muslim, tenang aja! Di sini ada toko yang jual kebab halal kok. Murah lagi, banyakk lagi isinya, sehat pula. Kebab ini favoritnya teman-temanku. Karena emang enak dan murah, tokonya ada sertifikat halalnya kok. So, don’t be afraid!!


            Oh iya! Perjalanan dari Hohebuch ke Schwäbisch Hall ini ditempuh dengan kereta dari Stasiun Waldenburg ke Stasiun Schwäbisch Hall. Dari asrama ke Waldenburg sekitar 1 km dan kami menempuh dengan jalan kaki. Kalau kalian ke Jerman, jangan kaget atau bingung menemukan stasiun kecil yang sepi. Karena stasiun di sini berbeda dengan stasiun di Indonesia yang masih menggunakan loket dan tenaga manusia. Di Jerman, tepatnya di Stasiun Walden Burg dan Schwäbisch Hall, tidak ada loket, adanya mesin pencetak tiket. Semua penumpang yang naik kereta wajib beli tiket di mesin yang sudah disediakan. Aku pun belajar pemandangan baru di sini. Di mana stasiun tapi sepi banget dan memang benar di sini ya hanya ada mesin itu tadi, gak ada tenaga manusia.


Ini di Stasiun Waldenburg, di belakangnya kotak warna merah itu untuk beli tiket


            Kelanjutan cerita ini, akan aku lanjutnya besok ya guys. Ga tau besok itu kapan wkwk.. tapi, aku usahkan selesai dalam minggu ini. Cerita selanjutnya aku akan bercerita tentang Workshop, Party, Kunjungan Museum dan Kunjungan Universitas. Inshaallah kalau gak kebanyakan, hehehe... Bagi kalian yang ingin bertanya, boleh banget tanya di komentar. Auf Wiedersehen! See you!

Niar, Alumni JuKu 2016

Comments