Blog Archive

Labels

Advertisement

Report Abuse

Popular Posts

FOLLOW US @ INSTAGRAM

About Me

NEW POST!

Popular Posts

Skip to main content

AKU #5

19.10 PM

Assalamualaikum wahai manusia :)

Aku kembali lagi guys, ingin menulis sekaligus bercerita nih. Hari ini temanya adalah mimpi. Langsung aja yuk simak!


Kalau bicara mimpi, mimpiku itu tidak konsisten. :v Karena hidupku juga berubah seiring berkembangnya zaman dan pola pikirku. Kalau dulu pengennya jadi guru dan dokter (nyambi). Tapi, itu sangatlah impossible ya guys.. Lalu sempat ingin menjadi penulis jugaa. Ini cita-citanya tumbuh mulai smp, karena punya rasa interest tinggi ilakes dulu. Terobsesi gitu lah. Jadi, dulu sampai jadi penulis freelance fanfiction di beberapa blog dan fb gitu. Tapi, semakin besar semakin tidak menentu alias gak bisa konsisten menulis. Meskipun demikian, aku tetap meyukai sastra. Bisa dikatakan aku jatuh cinta tentang dunia sastra mulai dari smp.

Karena lingkup sastra itu luas, tidak hanya dalam bentuk puisi dan cerita. Tapi, juga dunia per-film-an. Aku sering nonton film-film luar ataupun dalam negeri. Aku juga jatuh cinta dengan per-filman tanah air, dan alhamdulillah semakin hari semakin bagus kualitas filmnya. Yeeeyy!! Tepuk tangan dong!!! Namun, syukur alhamdulillah aku gak pernah pengen jadi aktor hehehe. Karena berakting menjadi diri sendiri aja susah, mau meranin orang lain. Aseek :))

Saat itu juga, alhamdulillah Allah SWT memberikanku hidayah. Alhamdulillah aku diizinkan mengenakan hijab, and then I realized kalau semua muslimah wajib mengenakan hijab. Bukan hanya karena siap atau tidaknya, melainkan memang sudah kewajiban sebagai muslimah mengenakannya. Semoga kalian yang belum pakai, segera terketuk hatinya untuk berhijab yahh. Kalau gak punya hijab, hubungi aku yuk untuk order hijab yang kalian inginkan :) #promosisambilcurhat

Masuk SMA semakin runyam yah ternyata, sampai akhirnya aku menyerah memiliki mimpi. Di sini aku mengenal mimpi sebatas "What do you want to be? or ich wäre gern...." bukan "What do you want?" Padahal mimpi itu tidak harus menjadi seperti apa (karir/orangnya) melainkan sesuatu yang ingin kamu capai, itu juga mimpi. Nah, karena waktu itu aku udah buntu tuh gak tau mau menjadi apa.. tiba-tiba ibuku bilang..
"Dek, kamu jadi ambil bahasa Jerman?"
"Yang apa yang buat UN itu ta?"
"Iya,, ambil bahasa Jerman aja, Dek. Siapa tahu pergi ke Jerman."

Suatu hari aku nonton film judulnya 99 Cahaya di Langit Eropa. Film religi ya, tapi bagus. Aku yang notabenenya suka dengan pemandangan yang "asing" apalagi di luar negeri, seneng dong nonton itu. Dan subhanallah sekali, pesan moral, fakta tentang keberadaan islam, informasi-informasi yang lain sangatlah bermanfaat. Akhirnya SMA aku niatkan untuk masuk kelas bahasa. Dengan tujuan sebelum aku keluar negeri, aku harus bisa bahasa mereka itu, baru deh keliling dunia. Itu modal awalnya.

Waktu terus berjalan, matahari yang setiap hari terbit dan tenggelam adalah saksi bisu perjalanan seluruh umat manusia, tak terkecuali aku. Allah SWT ternyata menyanggupi mimpiku "berkeliling dunia". Alhamdulillah malaikat yang mungkin mendengarkan isi hati dan cuap-cuapan mulutku ini, lalu meng-aamiin-i doa ku. Masyaallah. Subhanallah alhamdulillah, akhirnya negara pertama yang ku kunjungi Jerman!!!! Meskipun hanya tiga minggu dan menyisakan banyak penyesalan dan pengalaman.. Tapi, aku harus tetap mensyukurinya. Karena aku yakin, ada sesuatu yang ingin Allah tunjukkan kepadaku, asalkan aku berjuang lebiih keras, lebiih sabar dan lebiih tekun. Inshaallah semua tercapai.

Nah, sekarang bagaimana?
Sekarang sambil menunggu dan berusaha mengejar mimpiku, salah satu mimpiku selain berkelana ke dunia luar adalah belajar dan berbagi. Belajar lebih dalam tentang agamaku, tentang bahasa Jerman, tentang bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lain, tentang dunia ini, tentang manusia, dan sebagainya. Intinya membiasakan diri sendiri untuk terus berfikir dan belajar. Berbagi ini tidak harus yang bernilai (rupiah/dollar) dan tidak harus yang menyusahkan. Toh, berbagi senyuman juga termasuk kebaikan yang diajarkan Rasullullah bukan?

Dulu aku pernah mengeluh di twitter karena belum bisa membantu teman-teman yang hidupnya kurang dariku karena keterbatasan biaya. Lalu temanku ada yang membalas cuitan twitterku. "Berbagi doa saja kalau begitu, Niar. Toh tidak salah juga."
Kaget dong pasti. Kok bisa-bisanya aku melupakan jurus yang paling mudah dan terampuh, yaitu doa. Padahal doa itu tidak mengeluarkan keringat dan uang loh. Sejak saat itu, aku mencoba berpikir lebih luas lagi. Mungkin saat ini, aku belum mampu berdonasi dengan jutaan rupiah, terjun langsung ke TKP, tapi aku yakin dengan doa pun. Allah SWT beserta malaikatnya akan meridhoi. Inshaallah. Selama niat baik kita diperlakukan dengan kegiatan yang baik juga, pasti tidak menjadi masalah.

Kembali lagi dengan belajar bahasanya dahulu baru keliling dunia. Tiba-tiba saja saat aku menulis aku menyadari, bahwa untuk pergi ke negara yang kamu kunjungi tidak harus PANDAI berbahasa negara tersebut. Sama seperti orang yang mau menikah, ada yang milih sukses dulu baru menikah. Padahal menikah itu bisa saja membuatmu sukses. :)) Contoh lain orang yang umroh/haji. Mereka tidak harus kursus bahasa Arab dulu kan sebelum haji/umroh? Same with us. Meskipun kalau kita bisa juga bahasanya itu lebih memudahkan ketika kita berada di sana. Entah kita bisa ngobrol dengan orang asli di negara tersebut, dan lain-lain.

Lalu apa yang kamu cari kok kamu mau berkeliling dunia? Aku mencari sesuatu yang tidak pernah ku temui. Aku ingin belajar, belajar dan terus belajar sampai akhir hayatku. Aku ingin tahu, orang Jerman itu hidup seperti apa, bagaimana kebiasaan yang ada di sana, bagaimana mereka menyikapi suatu permasalahan di dalam/luar negeri tersebut, bagaimana pendapat orang Afrika tentang dunia ini. tentang matahari, tentang laut, tentang manusia, dan maaasih banyak lagi. Bukan sekedar mencari hingar bingar indahnya Eropa, Amerika atau Korea. Atau berburu gombal? Hahaha... lebih dari itu ada titipan dari Tuhan yang perlu kita kaji lebih dalam.

Nah, sekarang kalian bagaimana? Apa mimpimu? Yuk, berbagi pengalaman!

Comments

  1. what if we don't know what we really want to be? this life is too absurd

    ReplyDelete
    Replies
    1. find it yourself! Because this life is amazing :))

      Delete

Post a Comment