Blog Archive

Labels

Advertisement

Report Abuse

Popular Posts

FOLLOW US @ INSTAGRAM

About Me

NEW POST!

Popular Posts

Skip to main content

AKU #4

16.57 WIB

Assalamualaikum gaes!!! Apa kabar? Semoga baik-baik saja yaaa. Aamiin.

Hari ini aku balik nih, ingin cerita tentang ipk eh enggak ding.. Ingin ku bercerita tentang pelajaran yang ku dapat selama membaca dan mendengarkan petuah-petuah guru/dosen/narasumber.


Jadi alasan aku ingin bercerita karena aku terinspirasi setelah menonton acaranya Mata Najwa yang bertemakan Bangkit dari Teror dan novel karya Hanum Salsabila Rais & Rangga Almahendra berjudul 99 Cahaya di Langit Eropa. Nah, sekarang aku bingung nih mau mulai dari mana. Karena pelajaran yang aku dapat dari keduanya, OH IYA! dan bukunya Wirda Mansur berjudul Reach Your Dreams menginspirasiku juga untuk menulis sore ini. Pelajaran yang aku dapat dari ketiganya itu saling melengkapi dan membuatku berlinang air mata.

Untuk kalian yang belum tahu apa isi dari acara Mata Najwa, silahkan cari dahulu ya guys. Karena kalau aku ceritakan itu puanjangnya mashaallah... DAN lebih baik untuk menyimak secara pribadi, takutnya nanti kalau aku menyampaikan itu bukan perihal yang orisinil melainkan sudah terbumbui dengan pendapat ku pribadi. So, silahkan menonton.
Singkat cerita aku menonton bagian - per bagian dari acara tersebut dan tak kuasa membendung air mata mulai dari bagian pertama sampai bagian akhir. Jujur sekali, aku tidak marah kepada para peneror melainkan aku kasihan kepada mereka. Karena sejatinya mereka yang melakukan aksi terlarang itu, sedang mengalami kebutaan. Jiwanya dihinggapi rasa dendam, benci, dengki dan perasaan buruk lainnya. Dalam keadaan seperti itu, mereka merasa bahwa dirinyalah yang paling benar. Padahal sebenarnya mereka terperangkap di antara jeruji setan.

Kemarin aku menyempatkan diriku menonton kajian Ramadhan di line/youtube Shihab & Shihab Ep. 3 Iblis dan Setan yang menghadirkan Najwa Shihab beserta Ayahnya Abu Quraishi. Aku mendapatkan pengetahuan baru mengenai perbedaan Iblis dan Setan. Kalimat yang masih terngiang olehku adalah setan itu ahli menggoda, bahkan jika kita digoda oleh teman sendiri (manusia) menuju hal yang tidak baik teman kita ini adalah setan. Tapi dirinya manusia, bukan berarti dia ini penjelmaan. Melainkan, jiwanya itu sudah dikuasai oleh setan. Contohnya ketika puasa, ada teman yang menggoda kita dengan makanan yang enak-enak atau minuman yang segar-segar. Nah, berarti dirinya secara tidak langsung dan tidak sadar itu dikuasai oleh setan. Sama halnya ketika kita marah, kita secara tidak sadar dikuasai oleh setan. Oleh sebab itu, Tuhan Yang Maha Esa mengatakan kepada kita untuk selalu bersabar bukan?

Saat aku menonton acara ini, aku menangisi dua hal. Yang pertama rasa syukur karena masih ada sebagian dari mereka yang berpikir, membuka mata, hati dan pikiran lebih jauh lebih luas sehingga mereka bisa kembali ke jalan yang benar. Yang kedua rasa kasihan terhadap mereka yang masih terperangkap, yang belum menemukan jalan kembali serta belum mendapatkan secuil cahaya dari Tuhan Yang Maha Pemurah.

Lalu apa kaitannya dengan novel-novel yang ku baca?

Aku sadar, bahwa sebenarnya di luar sana menyimpan berbagai cerita mengenai keberadaan agama ini. Sejarah agama yang belum pernah ku ketahui tersebar luas di benua yang selalu dipuja-puja. Dimana lagi kalau bukan di Eropa. Eropa menyimpan banyak kisah sehingga bisa maju seperti sekarang ini. Dari sejarah berdirinya Eropa, sejarah peperangan antara Eropa dan Turki, hingga bangunan-bangunan tersohor yang sampai saat ini menjadi impian masyarakat untuk dikunjungi semuanya ada karena Islam. Ini yang membuatku berpikir. Ternyata Islam mengibarkan sayapnya hingga ke Eropa. Di sana Islam disebarkan secara damai, para pendahulu kita yang mendirikan masjid di sana tidak pernah memandang agama lain itu buruk dan tidak pernah terbesit niat untuk memusnahkannya. Justru mereka dapat hidup berdampingan dengan tentram.

Eropa adalah benua yang menjadi saksi masa kejayaan Islam. Seandainya kita mau mengkaji lebih lagi tentang sejarah persebaran agama rahmatan lil 'alamin ini, mungkin kita tidak akan terjerumus ke dalam kata jihad yang disalah artikan oleh sebagian orang. Seandainya kita mau menelisik lebih dalam, berhati-hati dalam mencari ilmu serta tidak meninggalkan realita kehidupan dan tak melupakan bantuan Tuhan Yang Maha Esa, mungkin kita bisa hidup dengan damai. Tapi, semua itu sudah menjadi kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Manusia pastinya melakukan kesalahan, lalu mereka menyadari kesalahan itu dan menyesali perbuatannya. Di situlah manusia belajar. Dia telah menuliskan bagaimana seseorang itu menjalani kehidupannya. Tentu, setiap orang berbeda jalan hidupnya. Dia adalah sutradara dalam drama kehidupan ini, semua orang berhak untuk berubah. Dan Inshaallah jika Tuhan Yang Maha Kuasa menghendaki, entah berapa abad lagi, berapa ratus tahun lagi bahkan berapa tahun lagi Islam bisa berjaya seperti dahulu kala. Awas ya jangan dimakan mentah-mentah kalimat tadi. Lebih baik coba deh baca buku "99 Cahaya di Langit Eropa" supaya kalian lebih memahami maksud dari kalimat di atas.

Lalu apa yang harus kita lakukan dengan keadaan dunia seperti ini?

Aksi teror memang meresahkan. Tapi tidak perlu takut, takut itu hanya kepada Sang Pencipta. Berharaplah kepada Allah SWT, tidak ada salahnya berharap kepada-Nya. Bacalah Al Qur'an mu, semuanya akan kembali ke dalam Al Qur'an. Baca juga artinya, supaya mengerti apa isi Al Qur'an. Tersenyumlah, hadapi semua dengan senyum. Karena senyum itu indah dan ibadah paling sederhana. Bersosialisasilah, karena mengenal semakin banyak orang akan membantu kita memahami pemikiran orang lain. Jadi, kita bisa belajar dari sudut pandang yang berbeda. Berdoalah hanya kepada Yang Maha Mendengar, tak perlu merasa sendiri karena Allah SWT akan selalu bersama kita, Ia selalu mendengar keluh kesah mu. Intinya semua itu balik kepada Allah SWT dan Al Qur'an.

Kita hidup di dunia ini, bukan untuk kita sendiri. Bukan untuk mimpi kita, melainkan untuk Allah SWT. Hidup ini janganlah disia-siakan, karena rasa terimakasih yang kita lakukan untuk hidup ini adalah rasa terimakasih kepada Allah SWT. Bersyukurlah. Niatkan semua usahamu atas Allah semata. :):):)

Comments