Assalamualaikum semuanya!!!
Jadi aku kate crito
hehe… curhaat sihh sebenarnya. Tapi, sebenarnya aku nih bingung mulainya
bagaimana. Btw, aku mau mencurahkan
isi hatiku mengenai blog ini. Jujur, sebenarnya aku lagi sedih karena blog ini sedang
mengalami kemunduran. Kalau dari sudut pandangku sih kemunduran dalam segi
pembacanya sih :‘( :‘(
Ini semakin aku rajin memposting ternyata pembacaku
juga semakin menghilang...hiks... sungguh sangat menyedihkan. Ini yang bikin
susah move on sebenarnya. Paling utama
adalah membuat aku bertanya-tanya letak kekurangan tulisan-tulisan yang sudah
aku publikasikan. Karena pembaca ku lebih suka membaca dengan sembunyi-sembunyi
dan tidak suka menulis di kolom ‘komentar’, jadilah aku bercermin pada diriku
sendiri and finding the problem by
myself. L
Padahal aku sudah berharap dengan adanya komentar, aku punya ‘kritik’ yang
mampu aku perbaiki. Supaya aku bisa menulis lebih baik lagi, tapi ternyata aku
salah. Aku seharusnya tidak berekspektasi demikian, terlebih kepada manusia. Dari
sini lah aku mulai dirundung overly
thinking.
Ketika aku meratapi hal itu, ternyata dalam kehidupan
nyata aku ditimpa berbagai macam keruwetan. Tentang teman kampus lah, tugas
lah, kerja kelompok, organisasi, dan masih banyak lagi. Jatuhlah aku stress. Beberapa
hari awal masih kuat menahan, meskipun hati tuh rasanya sesak. Apalagi aku gak
tahu apa yang sedang ku rasakan saat itu. Semacam tiba-tiba ada yang berat
gitu, kuliah jadi gagal fokus, kepala berat dan rasanya ngantuk muluu. Belum lagi,
beberapa hari itu aku tidurnya telat. Pukul 23.00-23.30 WIB. Normally, aku tidur pukul 22.00. Itu udah paling
telat, ehh ternyata masih ada yang telat lagi. Anehnya lagi tiba-tiba pengen
aja nangis. Tapi, aku tahan. Gimana mau gak ditahan, nangisnya waktu
perkuliahan. Nanti dikira kenapa-kenapa, di tengah-tengah dosen
nerangin malah nangis. Padahal Ibu
Dosen lagi ceramah tentang pertumbuhan bayi. L Kan lucu, dikira nanti aku ingin punya bayi tapi
masih belum waktunya, terus nangis. L
Akhirnya tibalah di hari Kamis malam. Aku sampai rumah
sekitar maghrib dan langsung merebahkan diri di kasur. Belum mandi dan emang gak mandi. I don’t have any mood to take a bath. Udah malam juga, Malang
dinginn, Sis. Ya udah langsung aja gitu, mbrebes
mili. Alias nangis. Waktu air mata ini menggenang, aku masih sempet aja
gitu mikir. “Yang kuat, gak usah nangis. Tuhan tidak pernah memberikan makhluknya suatu
cobaan, kalau dirinya sendiri tidak mampu melewati itu.” Ya udah aku tahan
lagi, tapi hati tuh rasanya semakin sesak. Aku juga tiba-tiba negative thinking terus-terusan. Sampai pada
akhirnya, aku bikin status di sosial media. Lalu, hadirlah seorang sahabatku
melalui chat. Kita cerita dan aku pun
menangis. Sejadi-jadinya.
Waktu nangis, aku cuma bisa
nyebut terus dan mulai berfikir positif. Baru deh setelah itu sadar. Ternyata,
aku lagi capek. Penat karena berbagai macam hal yang sedang kualami di dunia
nyata maupun virtual. Di kehidupan nyata selain kehidupan kampus, ada kehidupan
rumah. Di rumah masih pada sibuk mempersiapkan syukuran nikahan kakak aku and thats soo hectic. Too hectic, malahan. Capekk serius. Di saat itu aku hanya ingin
perhatian dari teman-teman aku, tapi ya ternyata salah juga. Harusnya aku minta
perhatian Tuhan Yang Maha Kuasa dong, percuma gitu berekspektasi sesuatu kepada
manusia. Ya pada akhirnya, gara-gara perasaan sedih itu, cerita Aku #9 terbit. J
Balik lagi ngobrolin blog
aku. Sumpah ya, aku gak tahu blog ini mau dibawa kemana. Sudah sejauh ini, aku
jadi bingung hanya karena pembacaku yang semakin menipis tanpa ada jejak yang
tertinggal. Sampai aku berfikir mungkin cara yang baik adalah istirahat. Akhirnya
aku pun memutuskan untuk menulis dengan jangka waktu seminggu sekali. Ku kira
dengan memposting yang tidak terlalu sering, aku bisa mendapatkan jumlah
pembaca yang lebih. But, no. I don’t know, why. That sooo sad. And the only words come was “What
should I do with this?”
You know, If I allowed to say. I
wanna say that, being a writer is not easy. It’s hard guys. You need to write
something and the Idea you got isn’t always coming to you. You will get bored,
stuck and dunno what should you write about. Maybe, it is becuse of I’m a
beginner. But, hey guys I think the other author feel the same thing like me. Like
me. I don’t know which genre, that my readers likes to read. I don’t know what
kind of article or essay they like to read. Somehow, this makes me sick. Should
I give up right now?
Writing is truly different with reading. Is easy to read,
but hard to write. I’m not joking guys. You can try it, if you want. I’m not a
person, who born with this speciality. I just wanna share my story. Because, I
feel the differences about my life and I thought my story will open your mind. That’s
why I wrote about Mawar and other. But, because of this blog too. I learn so
many things about writing. I found something that I never get it before. Like my
bestie said, “You can make a concept before you make the story”. Concept is an
idea. I do think about something to share. But, I haven’t share the other idea
here. Just because, I feel sad about this blog. And then I think, “I should
move again. Run again. Longer..”
Take a deep breath and start again.
But well, I don’t share anything after Aku #9. I’m just doing something in reality, and try
to find something that makes my blog better. You know guys, I tried to approach
my readers by social media. I asked my followers about an idea that I should
write here. But, no one reply me in serious way, seriously. I want to get mad. But,
I can’t. Because I put to much expectation towards them. And it’s not 100% their mistakes right? So,
I’m blaming myself.
Pada akhirnya tibalah hari
ini. Mungkin ini adalah salah satu jawaban yang hadir dari doa-doa yang
kupanjatkan, namun belum tentu benar juga. Siang ini, aku membuka laptopku. Kebetulan
lagi pengen aja nonton di Youtube. Terus karena bosen, aku nonton itu “The
Return of Superman”. Itu yang ada dedek Sian sama Naeunnya. Lucu ternyata
hahaha. Maklum ya, aku lagi butuh hiburan. Tapi sesungguhnya, ini otak gak
pernah berhenti mikirin nasib blog ini, meskipun lagi ketawa ketiwi lihat dedek
Sian nyelametin Naeun dari serangan tawon, haha. Lalu dengan gerakan kreatif
jari-jari ini, aku mengetik ‘Gitasav’. Terus aku klik di channel resminya dia. Di
halaman utama, ada video dia judulnya “Tentang Rumah”. Nonton deh akhirnya,
karena gak ada tontonan. Alias auto
playing.
Setelah aku menonton menit
pertama, aku ingat sesuatu. Setrika ku belum aku cabut dan itu panasnya aku
full-in. Hahaha. Langsung dah buru-buru aku pause. Terus, balik nonton lagi. Setelah
nonton itu, aku terngiang-ngiang pemikiran kak Gita. Dia bilang, “Kalau ada
orang bilang gue influencer, sebenarnya gue agak berat sih. Karena main job gue
itu student. Jadi, mau gimana pun. Kalau gue ditanya pekerjaan gue apa, ya gue
student.” Selain itu ada lagi, “Karena habis bikin video-video yang kayak gitu,
yang gak sekedar vlog gitu. Rasanya tuh gimana ya, sensasinya tersendiri gitu. Lu
pasti ngertilah, pas lu bikin karya, bener-bener dari hati lu, bener-bener, gila
ini pingin banget bermanfaat, paling gak lu bikin sesuatu yang positif gitu. Itu
tuh sensasinya luar biasa banget.”
Soo,, I finally find the answer. What should I do right now is, keep
writing because I love these things. Aku menulis karena aku suka menulis,
bukan karena aku ingin mendapatkan perhatian dari tulisanku. Toh, aku siapa? Aku
hanya mahasiswa yang suka aja cerita. Aku bukan penulis dan bukan artis, bukan
siapa-siapa. Lanjutin aja, apapun tulisannya. Yang terpenting adalah blog ini
memberika manfaat. Entah ada yang baca atau tidak. Aku juga selalu mengatakan
pada diriku sendiri, kalau Tuhan Maha Melihat. Apapun yang kamu lakukan saat
ini, Tuhan tahu. Kalau aku ingin jadi penulis, jadi treveller, jadi orang yang
aku inginkan. Usahakan semua itu. Karena kalau kita tidak menyerah dan mau
berusaha, Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi kita.
Lagian, aku buat blog ini
memang tujuannya untuk berbagi sesuatu yang bermanfaat. Dan niat itu sempat
terbutakan oleh “jumlah pembaca”. But, now.
I should change that. Keep doing. Keep writing. Not because of the readers, but
because I love to write something.
Jadi, gitu curhatan aku. Aku
akan lanjut menulis, sampai pembaca ku punah sekalipun.

semangat !!! keep it on :)
ReplyDeleteMakasiii yuhuuu :) :) :)
Delete