Blog Archive

Labels

Advertisement

Report Abuse

Popular Posts

FOLLOW US @ INSTAGRAM

About Me

NEW POST!

Popular Posts

Skip to main content

AKU #10 BUKAN SIAPA-SIAPA


Assalamualaikum semuanya!!!

            Jadi aku kate crito hehe… curhaat sihh sebenarnya. Tapi, sebenarnya aku nih bingung mulainya bagaimana. Btw, aku mau mencurahkan isi hatiku mengenai blog ini. Jujur, sebenarnya aku lagi sedih karena blog ini sedang mengalami kemunduran. Kalau dari sudut pandangku sih kemunduran dalam segi pembacanya sih :‘( :‘(

            Ini semakin aku rajin memposting ternyata pembacaku juga semakin menghilang...hiks... sungguh sangat menyedihkan. Ini yang bikin susah move on sebenarnya. Paling utama adalah membuat aku bertanya-tanya letak kekurangan tulisan-tulisan yang sudah aku publikasikan. Karena pembaca ku lebih suka membaca dengan sembunyi-sembunyi dan tidak suka menulis di kolom ‘komentar’, jadilah aku bercermin pada diriku sendiri and finding the problem by myself. L Padahal aku sudah berharap dengan adanya komentar, aku punya ‘kritik’ yang mampu aku perbaiki. Supaya aku bisa menulis lebih baik lagi, tapi ternyata aku salah. Aku seharusnya tidak berekspektasi demikian, terlebih kepada manusia. Dari sini lah aku mulai dirundung overly thinking.

            Ketika aku meratapi hal itu, ternyata dalam kehidupan nyata aku ditimpa berbagai macam keruwetan. Tentang teman kampus lah, tugas lah, kerja kelompok, organisasi, dan masih banyak lagi. Jatuhlah aku stress. Beberapa hari awal masih kuat menahan, meskipun hati tuh rasanya sesak. Apalagi aku gak tahu apa yang sedang ku rasakan saat itu. Semacam tiba-tiba ada yang berat gitu, kuliah jadi gagal fokus, kepala berat dan rasanya ngantuk muluu. Belum lagi, beberapa hari itu aku tidurnya telat. Pukul 23.00-23.30 WIB. Normally, aku tidur pukul 22.00. Itu udah paling telat, ehh ternyata masih ada yang telat lagi. Anehnya lagi tiba-tiba pengen aja nangis. Tapi, aku tahan. Gimana mau gak ditahan, nangisnya waktu perkuliahan. Nanti dikira kenapa-kenapa, di tengah-tengah dosen nerangin malah nangis. Padahal Ibu Dosen lagi ceramah tentang pertumbuhan bayi. L Kan lucu, dikira nanti aku ingin punya bayi tapi masih belum waktunya, terus nangis. L

            Akhirnya tibalah di hari Kamis malam. Aku sampai rumah sekitar maghrib dan langsung merebahkan diri di kasur. Belum mandi dan emang gak mandi. I don’t have any mood to take a bath. Udah malam juga, Malang dinginn, Sis. Ya udah langsung aja gitu, mbrebes mili. Alias nangis. Waktu air mata ini menggenang, aku masih sempet aja gitu mikir. “Yang kuat, gak usah nangis. Tuhan tidak pernah memberikan makhluknya suatu cobaan, kalau dirinya sendiri tidak mampu melewati itu.” Ya udah aku tahan lagi, tapi hati tuh rasanya semakin sesak. Aku juga tiba-tiba negative thinking terus-terusan. Sampai pada akhirnya, aku bikin status di sosial media. Lalu, hadirlah seorang sahabatku melalui chat. Kita cerita dan aku pun menangis. Sejadi-jadinya.

            Waktu nangis, aku cuma bisa nyebut terus dan mulai berfikir positif. Baru deh setelah itu sadar. Ternyata, aku lagi capek. Penat karena berbagai macam hal yang sedang kualami di dunia nyata maupun virtual. Di kehidupan nyata selain kehidupan kampus, ada kehidupan rumah. Di rumah masih pada sibuk mempersiapkan syukuran nikahan kakak aku and thats soo hectic. Too hectic, malahan. Capekk serius. Di saat itu aku hanya ingin perhatian dari teman-teman aku, tapi ya ternyata salah juga. Harusnya aku minta perhatian Tuhan Yang Maha Kuasa dong, percuma gitu berekspektasi sesuatu kepada manusia. Ya pada akhirnya, gara-gara perasaan sedih itu, cerita Aku #9 terbit. J

            Balik lagi ngobrolin blog aku. Sumpah ya, aku gak tahu blog ini mau dibawa kemana. Sudah sejauh ini, aku jadi bingung hanya karena pembacaku yang semakin menipis tanpa ada jejak yang tertinggal. Sampai aku berfikir mungkin cara yang baik adalah istirahat. Akhirnya aku pun memutuskan untuk menulis dengan jangka waktu seminggu sekali. Ku kira dengan memposting yang tidak terlalu sering, aku bisa mendapatkan jumlah pembaca yang lebih. But, no. I don’t know, why. That  sooo sad. And the only words come was “What should I do with this?”

            You know, If  I allowed to say. I wanna say that, being a writer is not easy. It’s hard guys. You need to write something and the Idea you got isn’t always coming to you. You will get bored, stuck and dunno what should you write about. Maybe, it is becuse of I’m a beginner. But, hey guys I think the other author feel the same thing like me. Like me. I don’t know which genre, that my readers likes to read. I don’t know what kind of article or essay they like to read. Somehow, this makes me sick. Should I give up right now?

            Writing is truly different with reading. Is easy to read, but hard to write. I’m not joking guys. You can try it, if you want. I’m not a person, who born with this speciality. I just wanna share my story. Because, I feel the differences about my life and I thought my story will open your mind. That’s why I wrote about Mawar and other. But, because of this blog too. I learn so many things about writing. I found something that I never get it before. Like my bestie said, “You can make a concept before you make the story”. Concept is an idea. I do think about something to share. But, I haven’t share the other idea here. Just because, I feel sad about this blog. And then I think, “I should move again. Run again. Longer..”

            Take a deep breath and start again.

            But well, I don’t share anything after Aku #9. I’m just doing something in reality, and try to find something that makes my blog better. You know guys, I tried to approach my readers by social media. I asked my followers about an idea that I should write here. But, no one reply me in serious way, seriously. I want to get mad. But, I can’t. Because I put to much expectation towards them. And it’s not 100% their mistakes right? So, I’m blaming myself.

            Pada akhirnya tibalah hari ini. Mungkin ini adalah salah satu jawaban yang hadir dari doa-doa yang kupanjatkan, namun belum tentu benar juga. Siang ini, aku membuka laptopku. Kebetulan lagi pengen aja nonton di Youtube. Terus karena bosen, aku nonton itu “The Return of Superman”. Itu yang ada dedek Sian sama Naeunnya. Lucu ternyata hahaha. Maklum ya, aku lagi butuh hiburan. Tapi sesungguhnya, ini otak gak pernah berhenti mikirin nasib blog ini, meskipun lagi ketawa ketiwi lihat dedek Sian nyelametin Naeun dari serangan tawon, haha. Lalu dengan gerakan kreatif jari-jari ini, aku mengetik ‘Gitasav’. Terus aku klik di channel resminya dia. Di halaman utama, ada video dia judulnya “Tentang Rumah”. Nonton deh akhirnya, karena gak ada tontonan. Alias auto playing.

            Setelah aku menonton menit pertama, aku ingat sesuatu. Setrika ku belum aku cabut dan itu panasnya aku full-in. Hahaha. Langsung dah buru-buru aku pause. Terus, balik nonton lagi. Setelah nonton itu, aku terngiang-ngiang pemikiran kak Gita. Dia bilang, “Kalau ada orang bilang gue influencer, sebenarnya gue agak berat sih. Karena main job gue itu student. Jadi, mau gimana pun. Kalau gue ditanya pekerjaan gue apa, ya gue student.” Selain itu ada lagi, “Karena habis bikin video-video yang kayak gitu, yang gak sekedar vlog gitu. Rasanya tuh gimana ya, sensasinya tersendiri gitu. Lu pasti ngertilah, pas lu bikin karya, bener-bener dari hati lu, bener-bener, gila ini pingin banget bermanfaat, paling gak lu bikin sesuatu yang positif gitu. Itu tuh sensasinya luar biasa banget.”

            Soo,, I finally find the answer. What should I do right now is, keep writing because I love these things. Aku menulis karena aku suka menulis, bukan karena aku ingin mendapatkan perhatian dari tulisanku. Toh, aku siapa? Aku hanya mahasiswa yang suka aja cerita. Aku bukan penulis dan bukan artis, bukan siapa-siapa. Lanjutin aja, apapun tulisannya. Yang terpenting adalah blog ini memberika manfaat. Entah ada yang baca atau tidak. Aku juga selalu mengatakan pada diriku sendiri, kalau Tuhan Maha Melihat. Apapun yang kamu lakukan saat ini, Tuhan tahu. Kalau aku ingin jadi penulis, jadi treveller, jadi orang yang aku inginkan. Usahakan semua itu. Karena kalau kita tidak menyerah dan mau berusaha, Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi kita.

            Lagian, aku buat blog ini memang tujuannya untuk berbagi sesuatu yang bermanfaat. Dan niat itu sempat terbutakan oleh “jumlah pembaca”. But, now. I should change that. Keep doing. Keep writing. Not because of the readers, but because I love to write something.

            Jadi, gitu curhatan aku. Aku akan lanjut menulis, sampai pembaca ku punah sekalipun.

Comments

Post a Comment