Assalamualaikum wahai pembaca ku yang masih setiaa tak menduaa….
Sudah
sangat lama aku tidak mengunggah tulisanku di sini. Maafkan aku yang masih
belum berdaya untuk menuntaskan kewajibanku dalam tulis-menulis. Sekali lagi aku mohon maaf. Karena
di semester ini ada banyak hal yang harus aku lakukan daripada menulis di blog,
selain itu stres yang cukup membuat tubuh ini remuk menghambat diriku untuk
kembali berbagi kisah bersama kalian.
Semoga setelah ini aku bisa aktif blogging kembali. J
J
J
Well, ayoo kita menyanyi sebentar
sebelum memulai bercerita..
Selamat ulang tahun kami ucapkan
Semoga panjang umur kita kan doakan
Selamat sejahtera sehat sentosa
Selamat panjang umur.. bloggernya
Niar J
Jadi, teman-teman semuaa. Kemarin tanggal
16 Desember 2018 adalah ulang tahun blog aku yang pertama. Yeay!! Akhirnya blogku
sudah mulai belajar jalan.. #LOL
Tidak terasa sudah satu tahun blog
ini menemaniku menjadi orang yang berbeda
dari biasanya. Sudah satu tahun blog ini membantuku untuk belajar menulis dan
belajar mengungkapkan perasaan serta pemikiran yang selama ini tak mampu ku
sampaikan. Dari awal merintis aku merasa takut akan ada banyak orang yang
menentang tulisanku, menghujat tulisanku dan aku takut kehilangan ide untuk
menulis. Ternyata atas izin Tuhan Yang Maha Kuasa, aku masih bisa bertahan
sampai saat ini. Meskipun aku tidak bisa mengunggah se-rajin seperti dahulu
kala, tapi setidaknya dengan begitu aku bisa belajar sabar dan hati-hati.
Di postingan kali ini aku ingin
mengucapkan rasa terimakasih dan syukurku, yang pertama kepada Tuhan Yang Maha
Hebat yang selalu memberikanku kekuatan untuk tetap bangkit dan tidak menyerah
dengan mimpiku. Meskipun mimpiku sudah terpecah mejadi keping-keping penyesalan
yang susah untuk disatukan, tapi Tuhan mengajariku untuk kembali merekatkan
kepingan itu perlahan. Kehilangan mimpi, kehilangan jati diri, kegagalan, opini
orang lain dan jalan bercabang yang hingga kini masih akrab bersua denganku,
ternyata membuatku belajar banyak. Salah satunya mempercayai Tuhan seorang. Manusia
yang selama ini ku agung-agungkan menjadi tempat ku berkeluh kesah, menjadi
rumahku melukis mimpi ternyata lebih sering membuat penyesalan. Jadi, memang
sudah saatnya aku pulang kepada-Nya.
Yang kedua ku ucapkan terimakasih
untuk pembaca ku yang budiman, selalu diam tak meninggalkan komentar :v tapi
setia tak mendua. Cieeee.. tepuk tangan dulu heb! :D Berkat kalian aku belajar
bahwa diam bukan berarti tak peduli.. :’) Terimakasih banyak semuaa, semoga next time aku bisa nulis di sini full bahasa Inggris atau bahasa Jerman
yaaa. Semogaa. Yang ketiga ku ucapkan terimakasih untuk pembuat blogger.com ,
meskipun saya masih kudet ya.. masih gak tau ini mengedit tampilan blog supaya
rapi dan cantik itu bagaimana. Tapi gapapa, masih ada waktu buat belajar. J Tanpa ada
blogger mungkin aku tidak berkembang seperti saat ini, tidak produktif seperti
sekarang. Yang keempat terimakasih ku ucapkan kepada pengalaman-pengalaman
hidupku hingga saat ini. Orang-orang yang ada disekitarku dan semua yang
membuat hidup ini semakin berwarna. Terimakasih juga yang terakhir buat akuu..
hehehe J
Sudah teman-teman sekian kata
pengantar hari ini. Mari kita lanjut tentang cerita di bawah ini..
---
Hari ini aku mau cerita mengenai
pentingnya mengenal diri sendiri. Cerita ini dilandasi oleh pengalaman pribadi
dan lagu-lagu karya BTS di album Love Yourself. Iya, ini adalah bahasan yang
menurutku sangat penting dibaca dan dipraktikan kita semua. Memang aku belum
sepenuhnya mencintai diriku sendiri, tapi perlahan-lahan mencintai diri sendiri
akan membawa kita hidup bahagia dan nyaman menjadi diri sendiri.
Sebelum kita mencintai diri sendiri,
penting bagi kita mengenal diri sendiri. Tapi, mengenal diri sendiri itu lebih
susah daripada mengenal orang lain. Bukan begitu? Kita hidup di jutaan galaksi,
jutaan manusia dan hewan, serta kita hidup dalam satu nyawa yang menjadi
tonggak jutaan bagian-bagian kecil dalam tubuh kita. Kita seorang manusia yang
hidup penuh dengan ekspektasi, mimpi, harapan, cinta baik dari diri sendiri
maupun oran lain. Adakalanya kita dibutakan oleh hal-hal tersebut. Bahkan karena
faktor-faktor tertentu kita bisa membunuh diri kita sendiri.
Dahulu setelah aku lulus dari SMA,
aku merasakan bahwa ada bagian dari diriku yang hilang. Entah yang sengaja aku
hilangkan atau memang hilang sekejap karena tertimbun luka. Lalu, dengan
kekuatan-Nya ia kembali menjadi sumber kekuatanku hingga saat ini. Manusia itu
sama dengan matahari, kita berputar. Terkadang berada di atas, terkadang di
pucuk cakrawala menanti kematian atau menikmati penyesalan. Hidup tak ada yang
bisa menebak, karena dengan begitu kita bisa bersyukur.
Ketika bagian itu hilang dariku, aku
selalu menyalahkan Tuhan dan menyalahkan mimpi-mimpiku. Aku merasa hancur tak
berdaya, mungkin aku tak mampu merealisasikan mimpiku lagi. Yaa, begitulah aku
menyerah. Dengan kekuatan yang aku yakin itu dari-Nya, aku dibukakan pintu
menuju jalan yang semakin lama, semakin bercabang. Aku harus belajar, bahwa aku
harus menerima semua yang sudah pernah terjadi padaku. Karena tidak semua yang
sudah terjadi akan kembali terjadi. Aku harus ikhlas. Rela pada yang sudah
berlalu.
Aku mencoba untuk tetap berpositif
thinking kepada Tuhan. Aku tahu Tuhan itu baik, Ia akan membukakan pintu-Nya
untuk orang-orang yang mau berjuang. Dan aku ingin menjadi satu dari
orang-orang itu. Berbagai cara ku lakukan, dari melakukan wawancara kepada
kakak kelasku tentang pilihannya untuk kuliah di sini sampai aku berani untuk
membuka usaha kecil-kecilan berupa les privat. Semua karena-Nya.
Setiap detail langkahku, terekam
jelas di memori otakku. Aku berusaha untuk mengenal diriku sendiri, dari
makanan yang ku suka, musik yang ku suka, belajar menyatukan hati dan logika
dan mengikuti kata hati. Memang hati itu tidak selalu benar, ia bisa salah
karena dibutakan. Tapi logika, jauh lebih mampu membutakan diri sendiri. Karena
di dalam hati ada Dia. Aku berusaha sebisa mungkin percaya bahwa Dia yang
membawaku sampai di titik ini.
Aku juga belajar untuk berpikir positif ketika dihadapkan suatu masalah,
meskipun itu berat. Daripada aku mengeluh, lebih baik mencari penyelesaiannya
saja. Aku juga kembali menerka-nerka mimpiku. Membiarkan diriku dalam dimensi
tertentu untuk mengembalikan nyawa yang utuh. Mimpiku yang dahulu berserakan
mulai ku rapatkan potong demi potong. Mengalun indah bersama lantunan melodi hari-hariku,
aku mulai membangkitkan diriku sendiri. Belajar menerima keadaan, menghibur
diri sendiri dan bersyukur. Bersyukur itu penting loh teman-teman, karena dengan bersyukur kita jadi lebih bisa menghargai
hidup. Masih banyak orang di luar sana yang hidupnya susah, tidak senyaman kita
saat ini. Tentunya semua ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semua itu
tidak instan, kita butuh waktu yang panjaaang. Bahkan bisa jadi lebih lama dari
durasi sekolah di SD, we never know.
Sejak aku belajar mencintai diriku
sendiri, aku belajar bahwa bahagia yang sederhana adalah datang dari diriku. Mungkin
tidak banyak orang percaya bahwa mencintai diri sendiri akan membawa
kebahagiaan. Dan aku di sini percaya bahwa mencintai diri sendiri membawaku menjadi
orang yang lebih bahagia. Bahagia memang tidak selamanya ada. Tapi, rasa yang
lahir bersamaan dengan bahagia itu yang hinggap lama dalam hati. Rasa syukur. Sehingga
kita bisa ingat, bahwa kita pernah bahagia.
Dalam sebuah lagu karya BTS yang berjudul
Love Yourself: Answer. Aku benar-benar satu pendapat dengan liriknya. Begini..
“Loving myself
might be harder than loving someone else.
Let’s admit it. The
standards I made are more strict for myself.
The thick tree
rings in your life
It’s part of you,
it’s you.”
Lagu di atas memang ‘aku’ sekali. Setelah mendengar dan membaca liriknya
aku menjadi semakin tahu. Ternyata selama ini aku terlalu keras kepada diriku
sendiri. Semuanya harus sempurna, aku tidak boleh mengecewakan orang lain dan
aku harus membuat mereka bahagia. Ternyata pemikiran itu yang justru membunuhku
perlahan-lahan. Seharusnya yang patut untuk bahagia adalah aku dan aku tidak
boleh mengecewakan diriku sendiri. Tapi begitulah aku. Itu ada padaku.
Itu yang membuatku belajar, bahwa mencintai diri sendiri itu penting. Menjadi
orang yang dewasa, pengertian dan terbuka itu juga sangat penting. Mencari keberadaan
diri sendiri memang bukan sesuatu yang mudah, tapi jika kita sudah
menemukannya. Kita bisa bahagia menjalani hari-hari kita, tanpa harus berkeluh-kesah.
And I just wanna say thank you to BTS for
the great musics in this album dan terimakasih kepada-Nya yang sudah mau
mengajariku bersyukur.
Everyone, life is hard and it
will be more hard, so always be grateful and love ourself. J

Comments
Post a Comment