Blog Archive

Labels

Advertisement

Report Abuse

Popular Posts

FOLLOW US @ INSTAGRAM

About Me

NEW POST!

Popular Posts

Skip to main content

AKU #12 LOVE YOURSELF


Assalamualaikum wahai pembaca ku yang masih setiaa tak menduaa….


            Sudah sangat lama aku tidak mengunggah tulisanku di sini. Maafkan aku yang masih belum berdaya untuk menuntaskan kewajibanku dalam tulis-menulis. Sekali lagi aku mohon maaf. Karena di semester ini ada banyak hal yang harus aku lakukan daripada menulis di blog, selain itu stres yang cukup membuat tubuh ini remuk menghambat diriku untuk kembali berbagi kisah bersama kalian. Semoga setelah ini aku bisa aktif blogging kembali. J J J

            Well, ayoo kita menyanyi sebentar sebelum memulai bercerita..

            Selamat ulang tahun kami ucapkan
            Semoga panjang umur kita kan doakan
            Selamat sejahtera sehat sentosa
            Selamat panjang umur.. bloggernya Niar J

            Jadi, teman-teman semuaa. Kemarin tanggal 16 Desember 2018 adalah ulang tahun blog aku yang pertama. Yeay!! Akhirnya blogku sudah mulai belajar jalan.. #LOL

            Tidak terasa sudah satu tahun blog ini menemaniku menjadi orang yang berbeda dari biasanya. Sudah satu tahun blog ini membantuku untuk belajar menulis dan belajar mengungkapkan perasaan serta pemikiran yang selama ini tak mampu ku sampaikan. Dari awal merintis aku merasa takut akan ada banyak orang yang menentang tulisanku, menghujat tulisanku dan aku takut kehilangan ide untuk menulis. Ternyata atas izin Tuhan Yang Maha Kuasa, aku masih bisa bertahan sampai saat ini. Meskipun aku tidak bisa mengunggah se-rajin seperti dahulu kala, tapi setidaknya dengan begitu aku bisa belajar sabar dan hati-hati.

            Di postingan kali ini aku ingin mengucapkan rasa terimakasih dan syukurku, yang pertama kepada Tuhan Yang Maha Hebat yang selalu memberikanku kekuatan untuk tetap bangkit dan tidak menyerah dengan mimpiku. Meskipun mimpiku sudah terpecah mejadi keping-keping penyesalan yang susah untuk disatukan, tapi Tuhan mengajariku untuk kembali merekatkan kepingan itu perlahan. Kehilangan mimpi, kehilangan jati diri, kegagalan, opini orang lain dan jalan bercabang yang hingga kini masih akrab bersua denganku, ternyata membuatku belajar banyak. Salah satunya mempercayai Tuhan seorang. Manusia yang selama ini ku agung-agungkan menjadi tempat ku berkeluh kesah, menjadi rumahku melukis mimpi ternyata lebih sering membuat penyesalan. Jadi, memang sudah saatnya aku pulang kepada-Nya.

            Yang kedua ku ucapkan terimakasih untuk pembaca ku yang budiman, selalu diam tak meninggalkan komentar :v tapi setia tak mendua. Cieeee.. tepuk tangan dulu heb! :D Berkat kalian aku belajar bahwa diam bukan berarti tak peduli.. :’) Terimakasih banyak semuaa, semoga next time aku bisa nulis di sini full bahasa Inggris atau bahasa Jerman yaaa. Semogaa. Yang ketiga ku ucapkan terimakasih untuk pembuat blogger.com , meskipun saya masih kudet ya.. masih gak tau ini mengedit tampilan blog supaya rapi dan cantik itu bagaimana. Tapi gapapa, masih ada waktu buat belajar. J Tanpa ada blogger mungkin aku tidak berkembang seperti saat ini, tidak produktif seperti sekarang. Yang keempat terimakasih ku ucapkan kepada pengalaman-pengalaman hidupku hingga saat ini. Orang-orang yang ada disekitarku dan semua yang membuat hidup ini semakin berwarna. Terimakasih juga yang terakhir buat akuu.. hehehe J

            Sudah teman-teman sekian kata pengantar hari ini. Mari kita lanjut tentang cerita di bawah ini..

---

            Hari ini aku mau cerita mengenai pentingnya mengenal diri sendiri. Cerita ini dilandasi oleh pengalaman pribadi dan lagu-lagu karya BTS di album Love Yourself. Iya, ini adalah bahasan yang menurutku sangat penting dibaca dan dipraktikan kita semua. Memang aku belum sepenuhnya mencintai diriku sendiri, tapi perlahan-lahan mencintai diri sendiri akan membawa kita hidup bahagia dan nyaman menjadi diri sendiri.

            Sebelum kita mencintai diri sendiri, penting bagi kita mengenal diri sendiri. Tapi, mengenal diri sendiri itu lebih susah daripada mengenal orang lain. Bukan begitu? Kita hidup di jutaan galaksi, jutaan manusia dan hewan, serta kita hidup dalam satu nyawa yang menjadi tonggak jutaan bagian-bagian kecil dalam tubuh kita. Kita seorang manusia yang hidup penuh dengan ekspektasi, mimpi, harapan, cinta baik dari diri sendiri maupun oran lain. Adakalanya kita dibutakan oleh hal-hal tersebut. Bahkan karena faktor-faktor tertentu kita bisa membunuh diri kita sendiri.

            Dahulu setelah aku lulus dari SMA, aku merasakan bahwa ada bagian dari diriku yang hilang. Entah yang sengaja aku hilangkan atau memang hilang sekejap karena tertimbun luka. Lalu, dengan kekuatan-Nya ia kembali menjadi sumber kekuatanku hingga saat ini. Manusia itu sama dengan matahari, kita berputar. Terkadang berada di atas, terkadang di pucuk cakrawala menanti kematian atau menikmati penyesalan. Hidup tak ada yang bisa menebak, karena dengan begitu kita bisa bersyukur.

            Ketika bagian itu hilang dariku, aku selalu menyalahkan Tuhan dan menyalahkan mimpi-mimpiku. Aku merasa hancur tak berdaya, mungkin aku tak mampu merealisasikan mimpiku lagi. Yaa, begitulah aku menyerah. Dengan kekuatan yang aku yakin itu dari-Nya, aku dibukakan pintu menuju jalan yang semakin lama, semakin bercabang. Aku harus belajar, bahwa aku harus menerima semua yang sudah pernah terjadi padaku. Karena tidak semua yang sudah terjadi akan kembali terjadi. Aku harus ikhlas. Rela pada yang sudah berlalu.

            Aku mencoba untuk tetap berpositif thinking kepada Tuhan. Aku tahu Tuhan itu baik, Ia akan membukakan pintu-Nya untuk orang-orang yang mau berjuang. Dan aku ingin menjadi satu dari orang-orang itu. Berbagai cara ku lakukan, dari melakukan wawancara kepada kakak kelasku tentang pilihannya untuk kuliah di sini sampai aku berani untuk membuka usaha kecil-kecilan berupa les privat. Semua karena-Nya.

            Setiap detail langkahku, terekam jelas di memori otakku. Aku berusaha untuk mengenal diriku sendiri, dari makanan yang ku suka, musik yang ku suka, belajar menyatukan hati dan logika dan mengikuti kata hati. Memang hati itu tidak selalu benar, ia bisa salah karena dibutakan. Tapi logika, jauh lebih mampu membutakan diri sendiri. Karena di dalam hati ada Dia. Aku berusaha sebisa mungkin percaya bahwa Dia yang membawaku sampai di titik ini.

Aku juga belajar untuk berpikir positif ketika dihadapkan suatu masalah, meskipun itu berat. Daripada aku mengeluh, lebih baik mencari penyelesaiannya saja. Aku juga kembali menerka-nerka mimpiku. Membiarkan diriku dalam dimensi tertentu untuk mengembalikan nyawa yang utuh. Mimpiku yang dahulu berserakan mulai ku rapatkan potong demi potong. Mengalun indah bersama lantunan melodi hari-hariku, aku mulai membangkitkan diriku sendiri. Belajar menerima keadaan, menghibur diri sendiri dan bersyukur. Bersyukur itu penting loh teman-teman, karena dengan bersyukur kita jadi lebih bisa menghargai hidup. Masih banyak orang di luar sana yang hidupnya susah, tidak senyaman kita saat ini. Tentunya semua ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semua itu tidak instan, kita butuh waktu yang panjaaang. Bahkan bisa jadi lebih lama dari durasi sekolah di SD, we never know.

            Sejak aku belajar mencintai diriku sendiri, aku belajar bahwa bahagia yang sederhana adalah datang dari diriku. Mungkin tidak banyak orang percaya bahwa mencintai diri sendiri akan membawa kebahagiaan. Dan aku di sini percaya bahwa mencintai diri sendiri membawaku menjadi orang yang lebih bahagia. Bahagia memang tidak selamanya ada. Tapi, rasa yang lahir bersamaan dengan bahagia itu yang hinggap lama dalam hati. Rasa syukur. Sehingga kita bisa ingat, bahwa kita pernah bahagia.

            Dalam sebuah lagu karya BTS yang berjudul Love Yourself: Answer. Aku benar-benar satu pendapat dengan liriknya. Begini..

“Loving myself might be harder than loving someone else.
Let’s admit it. The standards I made are more strict for myself.
The thick tree rings in your life
It’s part of you, it’s you.
           
Lagu di atas memang ‘aku’ sekali. Setelah mendengar dan membaca liriknya aku menjadi semakin tahu. Ternyata selama ini aku terlalu keras kepada diriku sendiri. Semuanya harus sempurna, aku tidak boleh mengecewakan orang lain dan aku harus membuat mereka bahagia. Ternyata pemikiran itu yang justru membunuhku perlahan-lahan. Seharusnya yang patut untuk bahagia adalah aku dan aku tidak boleh mengecewakan diriku sendiri. Tapi begitulah aku. Itu ada padaku.

Itu yang membuatku belajar, bahwa mencintai diri sendiri itu penting. Menjadi orang yang dewasa, pengertian dan terbuka itu juga sangat penting. Mencari keberadaan diri sendiri memang bukan sesuatu yang mudah, tapi jika kita sudah menemukannya. Kita bisa bahagia menjalani hari-hari kita, tanpa harus berkeluh-kesah. And I just wanna say thank you to BTS for the great musics in this album dan terimakasih kepada-Nya yang sudah mau mengajariku bersyukur.

Everyone, life is hard and it will be more hard, so always be grateful and love ourself. J

Comments