Blog Archive

Labels

Advertisement

Report Abuse

Popular Posts

FOLLOW US @ INSTAGRAM

About Me

NEW POST!

Popular Posts

Skip to main content

AKU #8 ADA APA DENGAN ILMU?


Assalamualaikum!!

                Aku mau bagi-bagi cerita nih tentang ilmu. Yes, knowledge. Hal yang perlu kalian ketahui adalah aku bukanlah orang yang berilmu tapi, aku berusaha untuk belajar supaya menjadi orang berilmu. Lalu, hal yang hendak aku share mulai dari sini...

                Sejak aku berprinsip untuk berubah menjadi Niar yang sekarang, aku berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi Niar yang sekarang. Banyak jalan yang aku lewati setelah jatuh sakit selama satu minggu. Salah satunya adalah adanya blog ini. Dari awal blog ini dibentuk, tujuan aku adalah membagi ceritaku supaya bermanfaat. Karena aku sadar, bahwa ceritaku ini sangatlah unik dan banyak moral value-nya. So, sayang banget kalau tidak dibagi. Kalau bisa diwariskan sih, hehehe...

                Hal utama yang aku lakukan adalah mendekatkan diri kepada-Nya. Sholat dibenerin. Lebih khusyu‘ gitu, terus baca Al Quran + artinya, terus sholat dhuha, nonton ceramah ulama yang aku percaya dan baca buku. Awalnya aku memutuskan baca buku itu karena anjuran di Al Quran untuk terus Iqra‘. Makna Iqra‘ di sini bukan hanya baca Al Quran. Tapi, semua ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini, serta informasi-informasi yang tersebar dari yang gratis sampai diskonan sampai berbayar itu dibaca juga, bro sis. TAPI, jangan baca ff porno yaak :v JANGAN BACA DISKON DI RAMAYANA JUGAA, ITU TIDAK BAIK UNTUK KESEHATAN KANTONGGG J J

                Karena dari smp aku tertarik membaca karya sastra berupa novel. Akhirnya aku putuskan untuk menambah wawasanku dari novel-novel tersebut. Aku masih ingat bulan desember tahun lalu, aku benar-benar baca 4-5 buku dalam kurun waktu seminggu. Serasa dikejar deadline. Padahal ya karena aku terlalu nganggur aja siih.. wkwkwk. Ya gapapa lah ya, daripada gak bermanfaat nganggurnya. Kemudian, aku juga rajin nulis di blog. Curhat tentang si Mawar sampai berhujung konten #aku. Jelas tulisanku tidak terkontrol saat itu, apalagi masih belum profesional karena emosiku masih menyeruak di dalam tulisan itu. Tapi, berkat tulisan itu juga aku bisa belajar menulis. Konsisten. Istiqomah. Sampai alhamdulillah, kemarin dapat feedback yang bagus dari teman yang suka baca blog. Alhamdulillah kalau tulisanku bisa berkembang jauh lebih rapi dan lebih baik. Semoga sampai seterusnya berkembang jauh lebih baik. Aamiin. Doain yaa!!

                Balik ke novel yaa. Ternyata dari sekian novel yang aku baca, daya tarikku selalu jatuh di novel yang memuat tentang agama dan pemikiran. Not only based on Hadist and Al Quran, but also based on the author’s mind too. Semakin sering aku mengonsumsi novel-novel seperti itu, aku juga semakin dibukakan dengan hal-hal baru. Positif maupun negatif semuanya hadir seperti hujan. Aku belajar untuk menerima kedua hal tersebut, karena aku yakin. Bahwa dengan ditunjukkannya aku kedua hal itu, aku mampu menjadi orang yang lebih baik. I learn how to choose something important and right for myself. That makes me cry so hard. Why? Because I can feel His love for me through this way.

                Syukur. Itu benar-benar jadi motto hidupku untuk berubah. Karena perasaan menerima itu adalah ilmu yang mengantarmu kepada kesabaran dan memberikan kebahagiaan. Like Ali bin Abi Thalib said, “Patience is the key to happiness.” Novel yang aku konsumsi pertama kali, of course yang ada romancenya dulu lah yaa. Novel-novel karya Tere Liye, lanjut ke karya Hanum Salsabiela Rais, lanjut ke Wirda Mansur dan best of the best novel from Denny Siregar.

Wirda Mansur adalah author termuda versi novel yang sudah ku baca yang membuatku bangun. Dia benar-benar memotivasiku untuk bergerak, terus bergerak tanpa memandang batas. Katanya Wirda, “Minta sama Allah Swt. Jangan pernah ragu minta, karena Allah Swt itu As-Sami’.“ Lalu melalui novel karya Denny Siregar, aku belajar banyak bangettt. Judul bukunya “Tuhan Dalam Secangkir Kopi”. Judulnya aja udah mengundang kepo, apalagi dalamnya. WAJIB FARDHU KHIFAYAH BACA SUMPAH! Moral value dari buku itu adalah before you change the world, change yourself first. Before you make an effort, pray first. Kalau biasanya usaha dulu baru sholat, sekarang sholat dulu baru usaha terus doa lagi. Pray is number one.

                Sejak saat itu, aku memutuskan untuk memperbanyak membaca. Selain tujuannya adalah mengamalkan perintah Allah Swt, tapi juga karena aku ingin jadi penulis. Lalu, melalui tulis-menulis ini aku ingin mengelilingi dunia milik-Nya. Aamiin. Doain yaa!!

                Karena sering mengonsumsi karya sastra ini, aku berani untuk memberikan target untuk diriku sendiri, berupa membaca 30 novel/buku dalam satu tahun. Meskipun, tidak memaksakan diriku juga. But, I have to challenge myself because this is important. Tidak hanya novel religi, tapi aku juga membaca novel-novel non religi. Itung-itung nambah pengetahuan. Dari situlah aku bisa mengetahui gaya bahasa tulis-menulisku, terutama di blog. Bagi kalian yang mengikuti tulisanku dari awal pasti sadar kalau aku merubah gaya penulisanku. Dari gue ke aku atau saya.

                Seiring berjalannya waktu, aku mulai mengonsumsi bacaan berat. Seperti yang sedang berusaha ku tamatkan sekarang ini adalah buku Ensiklopedi Akhir Zaman. Buku ini memiliki 1000 halaman. Dan aku masih sampai di halaman 200-an. Kenapa sulit banget menyelesaikan buku ini? Karena baca buku ini tuh butuh persiapan mental, guys. Padahal aku sudah membaca buku ini sejak bulan Ramadhan lalu, tapi sampai sekarang baru sampai halaman ke 200. Sedihh L. Tapi mau bagaimana lagi, karena sempat beberapa hari tidak menyentuh dengan alasan tidak kuat lagi. Ngeri baca ceritanya Dajjal, akhir zaman serta kiamat itu sendiri. Seru sih, tapi serem.

                Dari buku itu aku mengetahui bahwa Dajjal itu akan mati. Dan aku baru tahu. Lalu, Imam Mahdi itu akan muncul apabila kita (umat muslim) tidak menyerah. Maksudnya adalah kita tetap berjuang di jalan Allah Swt. Bukan yang “jihad” bombardir itu. Tapi, dari segi ilmu. Sadar atau tidak, muslim itu banyak tapi lemah. Gak percaya? Lihat deh sekeliling kita. Gak perlu jauh-jauh, lingkungan perumahan atau kelas aja deh. Coba hitung perbandingan anak yang rajin belajar dengan anak yang rajin skip alias tidak memperhatikan pelajaran. Pasti banyak yang skip. Why? Karena belajar tuh membosankan, enakan main game. Kurang lebih begitu pemikiran mereka yang skip. Padahal, itu adalah hal yang salah. Why?

                Satu, karena kalau keadaan muslim nih woles-woles (lemah) ae, Imam Mahdi tuh juga susah untuk keluar. Karena kemajuan umat Islam itu juga mempengaruhi kemunculan Imam Mahdi. Selain itu, hidup ini itu seperti gunung. Naik turun naik turun. Well, suatu saat Islam akan bangkit kembali. Islam akan bangkit menguasai dunia ini. Kapan? Only Allah Swt knows. Kalau kita begini-begini aja, kapan Islam bisa bangkit? Sampai kapan negara barat mendominasi kehidupan kita?

                Dua, karena ilmu itu nanti akan diangkat. Itu salah satu tanda kiamat. Oleh sebab itu, Nabi Muhammad Saw pernah mengingatkan untuk menimba ilmu sampai sebelum ilmu itu diangkat. Bagaimana ilmu itu bisa diangkat? Jadi, Allah Swt akan memanggil ulama-ulama. Jadi, berkuranglah jumlah ulama di dunia ini. Nah, kalau ulamanya sudah meninggal lalu murid-murid ulamanya ini leha-leha tidak meneruskan ilmunya. Otomatis, kita menjadi umat yang bodoh. Kita bisa tersesat. Karena seiringi berkembangnya zaman, pasti setelah ulama ini wafat. Kita membutuhkan pemimpin baru. Apabila pemimpin baru ini, bukanlah orang yang benar-benar mewarisi ilmu dari ulama itu yang sesuai dengan agama. Maka, akan mudah untuk membuat fatwa-fatwa baru untuk menafsirkan ayat-ayat Al Quran sesuai dengan kemampuan dia. Di sinilah kita akan sama bodohnya dengan pemimpin itu. Maka dari itu, yuk menimba ilmu sebelum ilmu itu diangkat. Paling tidak ilmunya ada yang mewarisi, caranya ya mungkin seperti aku membuat karya tulis J

                Usahakan untuk menimba ilmu lalu di-share. Supaya ilmu itu ada yang mewarisi. Karena kalau sudah tidak ada yang mewarisi, ya sudah. Berarti kiamat semakin dekat. Lebih dekat lagi maksudnya. So, let’s learn more. Talk less do more. Don’t be lazy. Let’s make a great movement. Untuk selengkapnya, bisa dibaca di buku Ensiklopedia Akhir Zaman. Pesan aku, baca bismillah dulu sebelum bacaa JJJ

                Itulah yang ingin aku sampaikan. Percayalah ilmu tidak ada habisnya. Dunia ini luas, ilmu tumbuh di mana-mana. Tinggal kitanya aja mau memanen ilmu itu atau tidak. Tidak ada kata terlambat untuk terus menimba ilmu. Mari belajar bersama. JJJ

Comments