Sesuatu
hal yang tak pernah terpikirkan oleh ku ketika memulai blog ini. Sesuatu yang
sangat penting, sayangnya terabaikan. Apalagi kalau bukan karena pepatah “Tak
kenal maka tak sayang.” Demi kenyamanan pembaca atau pengunjung di blog ini.
Dengan hati yang suci di bulan Ramadan ini aku akan memperkenalkan diriku
kepada kalian.
Halo
nawak-nawak! Perkenalkan aku manusia biasa yang sukanya makan tidur makan
tidur, jarang minum susu tapi rajin menabung. Aku seorang wanita berbadan
mungil, namun bermimpi tinggi. Paling gak lebih tinggi dari Petronas atau Monas
lah. Aku lahir di bumi yang diperdebatkan kejelasnnya, bulat atau datar. Tapi
yang jelas aku lahir di Kota Malang, katanya sih Kota Ijo Royo-Royo, sayangnya sekarang menjadi Kota Ijo
Ruko-Ruko. Tempat tinggalku agak melipir dari Kota Malang, biasanya arek malang
menyebut alamatku adalah Malang coret alias daerah-daerah pinggiran Kota
Malang. Tempatku besar ini adalah daerah yang amat terkenal bahkan punya nama
dalam bahasa Inggris, di mana lagi kalau bukan Wagir City!
Aku
ditakdirkan lahir dari rahim seorang ibu guru yang gak begitu cerewet, tapi
suka benar. Misalnya kalau aku liburan di rumah, “Awakmu iku lek preian nyapu ngono lo, dipel!! Kamu tuh kalau
liburan, rumahnya disapu, dipel!!” Tentunya besok aku laksanakan perintah
Kanjeng Ratu. Lalu kalau Kanjeng Ratu pulang kerja, “Awakmu iki lapo ae preian! Kamu nih ngapain aja liburan?” “Nyapu dan ngepel” “Wes masak?!” aku bergeleng-geleng ria. “Masak ngono lo! Masak dong!” Peraturan pertama
di rumah, Ibu selalu benar! Tapi,
ibuku ini orang yang cukup lucu juga.
Suatu hari ketika aku masih di
bangku abu-abu, aku tiba-tiba sakit perut. Kebetulan waktu itu hari sabtu, jadi
aku pulang lebih awal. Aku terbiasa membawa motor sendiri, tapi kalau sakit
seperti ini, mana bisa aku pulang? Maka dari itu, aku sms ibuku.
“Buk, perutku
sakit. Aku gak bisa pulang dulu.”
“Ya wes, kamu ke
rumah sakit depan sekolahmu dulu ya! Masuk UGD!”
“.... enggak wes,
gak papa. Aku
di UKS ini.”
“Wes masuk o ke UGD
dulu! Nanti ibu nyusul, lha ibu mau naik apa ke sana! Ibu gak bisa motoran! Wes
ke UGD dulu, ibuk mau facial dulu.”
“......”
Begitulah ibu ku yang paling ku sayang. Selain itu, aku tak mungkin
lahir tanpa bantuan laki-laki bukan? Hehe... Bapak ku adalah seorang guru yang amat
ditakuti dan dibenci di sekolahnya. Siapa lagi kalau gak dibenci
murid-muridnya. Bapak ku terkenal keras, tegas dan disiplin. Kalau dulu waktu
masih brengosen alias kumisnya tumbuh, sampai sekarang masih tumbuh sih,
warnanya tuh hitam pekatt! Makin serem gak tuh! Jangankan muridnya, anaknya aja
nangis ngeliat bapaknya! Hehe J Itu lah bapakku
DAHULU KALA! Sekarang? Jarang banget yang namanya marah-marah. Mungkin, bapak
memiliki kisah yang membuatnya berubah menjadi orang yang seperti sekarang. Ya,
mungkin beginilah cara Tuhan memberikan hidayah-Nya. Patut disyukuri saodara! Saya dapet nilai jelek gak dimarahi lagi. Hehehe JJJ
Anyway,
aku punya kakak laki-laki. Dia sudah menikah tahun kemarin dan sekarang menetap
di ibu kota Provinsi Jawa Timur. Tidak ada yang spesial dari dia, jadi gak usah
diceritain aja kali ya. Hahaha... oh! Tapi ada satu kejadian lucu yang terjadi
di antara kami. Mungkin ini disebut hikmah menjadi anak bungsu. Waktu aku masih
sekolah dasar ada sebuah trend di
kalangan masyarakat. Namanya “Smackdown”. Trend
ini muncul pertama kali melalui acara televisi swasta dan sempat diprotes
karena banyak anak-anak kecil yang melakukan adegan berbahaya ini. Selain itu,
kabar baiknya kami melakukannya di rumah. Di atas kasur malam hari ba’da isya yang
pada akhirnya aku nggelundung alias terjatuh dari kasur lalu menangis. Mas ku?
Dijewer bapak dong!! Hehehe! Happy ending
kan! #Proudtobeanakbungsu
Sekarang aku sudah berumur 20 tahun.
Alhamdulillah bisa hidup sampai saat ini dan bisa berkarya. Aku ini orang yang
suka bermimpi, tapi gak tahu kenapa mimpi-mimpi ku ini susah banget
diperjuangkan bahkan diraih. Mungkin saking tingginya mimpi ini, jadi usahaku
harus seimbang juga. Tapi, entahlah. Pasang surut air laut itu ternyata tidak
hanya ada di laut lepas, tapi juga di samudera kebatinan. Iman yang ada dalam
diri pun kadang tak sanggup menahan beban duniawi. Mungkin begini lah manusia
yang hidup di galaxy infinity.
Aku suka berkarya. Aku suka musik,
menyanyi, menari, menulis dan membicarakan orang pun suka. Aku suka mempelajari
hal-hal yang baru yang sesuai dengan minatku. Tapi, orang-orang disekelilingku
mungkin tak suka. Suka dan tidak sukanya mereka, bukan urusanku. Karena
penemuan terbaru di umur 20 tahun ini adalah menjadi bodo amat itu penting. Itu
lah sebabnya, aku tetap menulis meski tulisanku tak seseru karya Tere Liye atau
seromantis Jojo Moyes. Aku tetap menjadi K-Popers meski katanya orang yang
sudah berhijrah musik itu haram dan lebih baik meninggalkan duniawi. Aku tetap
menari meski hanya di rumah. Dan aku tetap membicarakan orang, kalau
aku khilaf. Kalau lagi beriman sih nahan, meskipun kebelet juga.
Inilah
aku, Yaniar Dian Rahayu, anak paling keras kepala, kadang nyebelin dan pasti ngangenin. Dan si penulis blogger yang masih belajar untuk berkarya di dunia tulis menulis.
lanjutkan karyamu nak. kau menghiburku malam ini wkwk. smangat makkk!!
ReplyDeleteterima kasih! terus mampir di blog ini ya!!!
ReplyDelete