Blog Archive

Labels

Advertisement

Report Abuse

Popular Posts

FOLLOW US @ INSTAGRAM

About Me

NEW POST!

Popular Posts

Skip to main content

Burung






            Apakah nikmat menjadi burung? Bisa terbang tinggi melihat cakrawala dengan mata telanjang dan mampu menyusuri setiap sudut bumi ini tanpa sepeser uang. Apakah menyenangkan terbang bebas seperti burung? Terbang bebas menjulang tinggi merengkuh langit tanpa tahu arah tujuan berlabuh dan tanpa tahu sudah melewati apa saja sejauh ini. Apakah menyenangkan memiliki sayap? Melayang terbang menggapai bintang menyapa surya mengendus segarnya cakrawala di setiap detik bumi ini berputar. Hai, Burung! Ku rasa aku ingin menjadi dirimu meskipun hanya sepenggal waktu.

            Perempuan adalah takdir yang ku genggam semenjak lahir di dunia ini. Tidak ada yang mudah menjadi seorang perempuan. Banyak kesusahan dan kepiluan dalam hidup ini, meski demikian menjadi perempuan juga tidak selamanya buruk. Batas adalah salah satu hal tersulit yang pernah ku temui di kefanaan hidup ini. Menjalin kehidupan bersama batas adalah hal yang memungkinkanku untuk semakin terperangkap dalam kalutnya dunia ini atau bisa jadi selamat di dunia ini. Siapa yang menyangka bahwa batas memiliki daya tahan magnetik yang gila. Bagaikan badai yang tidak terkontrol, namun terkadang seperti hembusan nafas manusia. Ringan dan rapuh.

            Berkali-kali aku merasa bahwa kehidupanku perlu diperbarui. Dipasangkan sistem terbaru yang sesuai dengan masa kini dan digunakan untuk menyongsong masa depan. Sayangnya, batas bernafas seperti makhluk yang tak berwujud. Menghantui kehidupanku setiap detiknya dan di setiap rajutan investasi masa depanku. Seringkali aku dibuatnya bahagia tanpa ampun, tapi seringkali aku jatuh bersujud. Andai aku punya sayap seperti burung. Terbang bebas, tinggi menjulang, menerobos awan dan menyapa matahari, mungkin hidupku akan lebih bahagia. Melarikan diri sejenak dari batas yang membuat hidupku semakin rumit dan tak pernah mau meninggalkan setiap insannya di dunia ini.

            Bumi terus berputar pada porosnya dan aku terus hidup menyempurnakan poros kehidupanku. Aku tak pernah tahu bagaimana aku mampu bertahan di dalam hiruk pikuk kehidupan yang sering membuatku lalai. Sering aku bertanya pada diriku sendiri, bagaimana bisa aku masih hidup hingga detik ini? Bagaimana mungkin aku tidur nyenyak setelah melakukan banyak kesalahan hari ini? Bagaimana bisa nafasku sedemikian tenang setelah bertubi-tubi aku bertemu jalan buntu? Aku belum mendapatkan jawaban itu. Tapi, aku ingin terus bangun mengukir kehidupanku bahkan sampai batas waktuku tiba. Seberapa sulitnya itu, aku ingin terus mengukir jalan hidupku meski yang ku ukir takkan pernah tertulis oleh sejarah. Aku hanya ingin menjadi perempuan yang mengerti batas sekaligus mematahkan batas. Aku muak dengan segala rumus kehidupan yang apabila rumus itu tak ku selesaikan, maka aku dianggap tak bahagia atau tidak sukses. Aku hanya ingin menjadi versi terbaik diriku sendiri. Seperti burung yang terbang bebas dan terus terbang meskipun dia tahu, petir dan badai takkan membiarkannya terbang lebih tinggi dan lebih jauh.

Jadi bagaimana denganmu, sudah siap menjadi versi terbaik dirimu sendiri?

Comments