Blog Archive

Labels

Advertisement

Report Abuse

Popular Posts

FOLLOW US @ INSTAGRAM

About Me

NEW POST!

Popular Posts

Skip to main content

Biasa yang Gak Biasa

 


            Di masa pandemi seperti ini ada banyak hal yang berubah. Kebiasaan adalah salah satu hal yang secara terpaksa ikut berubah. Sudah menjadi kebiasaan kalau harus bangun pagi terus kerja sampai sore dan baru kembali ketika matahari menyentuh ujung cakrawala, namun kini bekerja dari rumah mulai pagi sampai sore tetap di rumah dulu. Selain itu, mungkin kita terbiasa bertemu teman dengan riasan yang cantik, kini jadi tak bisa bertemu dan sekalinya bertemu harus cuci tangan dulu, pakai masker dan jaga jarak dulu. Kebiasaan lain seperti setiap kali kita dalam keadaan sedih atau senang dan membutuhkann kehadiran orang tersayang untuk melengkapi kisah hari itu. Tapi dengan kondisi seperti ini tidak ada yang bisa ditemui. Bahkan jauh untuk sementara waktu mungkin adalah pilihan terbaik agar kita bisa bersama selamanya.

            Pandemi memang krusial dan mengubah banyak hal yang sudah biasa menjadi tidak biasa. Namun, sampai kapan kita menyalahkan pandemi atas kehidupan kita yang tidak berjalan seperti keinginan pribadi kita. Sampai kapan kita mendebatkan pandemi apabila debatnya hanya membuat kita kian cemas akan masa depan atau kesehatan kita. Padahal jika kita mau bersabar sedikit, membuka mata sekejap, bernafas sejenak dan hidup lebih pelan-pelan alias tidak buru-buru, ada banyakkkk sekali hal-hal yang patut kita syukuri. Pelan-pelan syukur itu yang mencukupi kita dan membawa kita untuk hidup bahagia.

            Bahagia di tengah pandemi memang tidak biasa, namun itu dapat direalisasikan. Pada dasarnya bahagia bukan perkara apa yang kita tuju sudah tercapai saja, namun lebih dari itu bahagia ada pada penerimaan dan ikhlas. Materi yang serba cukup atau kegiatan yang kita lakukan biasanya sebelum pandemi memang menjadi faktor penentu kebahagiaan, tapi ingat itu tidak mutlak. Hidup ini seperti rollercoaster ada naik ada turun kadang pelan kadang cepat dan masih banyak lagi. Bahkan aku sendiri tidak bisa mendefinisikan apakah pandemi ini termasuk salah satu posisi rollercoaster sedang di atas atau di bawah. Namun, yang ku tahu pandemi ini membawaku berada di posisi atas dengan segala kekurangan yang ada. Kalau diibaratkan pandemi ini seperti sebuah lingkaran, tidak berujung. Sama dengan kebahagiaan dan kesempatan yang tersedia, tidak pernah ada ujungnya.

            Memang hidup berdampingan dengan virus mengubah semua kebiasaan kita, tapi karena manusia diciptakan sebagai makhluk yang sempurna, maka sebentar lagi mungkin kita jadi terbiasa dengan hal-hal yang tidak biasa ini. Semoga kita selalu ada dalam lindungan-Nya.

Comments