Blog Archive

Labels

Advertisement

Report Abuse

Popular Posts

FOLLOW US @ INSTAGRAM

About Me

NEW POST!

Popular Posts

Skip to main content

My Way to Find Dreams



Berbicara tentang mimpi itu menggelitik hati dan pikiran. Mimpi sendiri nama lainnya  cita-cita maknanya adalah keinginan, gairah, kegemaran atau semangat yang muncul secara alamiah di setiap jiwa manusia. Kenapa manusia, karena tumbuhan atau hewan gak bisa bermimpi seperti kita. Kalau kita bisa bermimpi kuliah di Harvard, kaktus gak mungkin dong bermimpi tumbuh di Harvard juga. Hehe... bercanda, eh serius ding. Kan bener apa yang ku katakan. Seorang manusia itu bisa memiliki mimpi yang berbeda dan tak terhitung jumlahnya. Sebut saja Wirda Mansur, dia bermimpi punya bisnis helikopter, tapi dia juga ingin kuliah S1, S2, S3 S teh manis dan s s seterusnya. Ada juga mungkin orang di luar sana mimpinya cuma satu, dia hanya ingin kerja dan punya uang untuk menghidupi keluarganya. Semua mimpi punya takaran masing-masing dan tergantung pemiliknya. Mimpi itu salah satu kewajiban yang harus dimiliki semua manusia, kalau manusia ini ingin hidup lebih lama dan bahagia. Setiap orang pasti punya titik henti di mana mereka akan berpikir, “Apa sih sebenarnya yang ku inginkan di dunia ini?” atau “Aku ingin jadi orang seperti apa?” Ya, paling tidak seperti itu lah. Tapi, apa jadinya kalau manusia itu tidak punya mimpi? Like me, I was lost. Then what did I do to find that dream? Begini ceritanya...

Penulis konten yang tulisannya lagi kalian baca ini sebenarnya adalah seorang pemimpi sejati. Tiap hari ngehalu doang nih anak. Mau tau  ngehalu apa aja? Gak usah lah ya, aib cyin wkwkwk... Ya udah aku kasih bocoran sedikit, pernah kok Mbak Halu ini ngimpi jadi pacarnya Lee Min Ho. Hahaha... main drama bareng terus cinlok ehh pacaran, ehh nikah, bahagia sekali. Yha, namanya juga HALU. Hehe... back to the topic!

Mbak Halu atau aku ini adalah pemimpi sejak smp, kebayang gak tuh udah ngehalu jadi istrinya oppa siapa aja.. wkwk.. gak-gak. Maksudnya mimpinya Mbak Halu ini sejak smp no kaleng-kaleng gaes! Dia pengin banget keliling dunia dan bisa menguasai seluruh bahasa di dunia dan inilah yang mengantarkannya masuk sma ke Jurusan Bahasa. Singkat cerita, perjalanannya ternyata gak semudah yang dibayangkan. Banyak nangisnya timbang sumringahnya, banyak stresnya daripada cengengesannya. Bagi pembaca setia konten di blog ini pasti sudah hafal dengan Ibu Mawar. Semua tali-tali mimpi simpulnya di Ibu Mawar ini, keterkaitannya pun sampai sekarang belum luntur. Beliau juga yang berhasil memporak-porandakan mimpi ku yang dirajut berjuta-juta purnama. Tapi, justru aku juga salah. Kenapa? Karena akhirnya aku sadar, kalau seandainya aku bisa menerima semuanya dengan lapang dada dan tidak melepaskan mimpiku mungkin saat ini aku sudah mencicipi indahnya negara-negara di luar sana lebih dalam. Menjamahnya penuh cinta dan kebahagiaan, tapi ternyata Tuhan berkata lain. Tidak apa, inilah proses. Proses menuju pendewasaan dan proses menuju kesuksesan. J

Sejak menjadi mahasiswa, ternyata aku masih memendam amarah selama masa sma. Banyak hal yang menyakitkan telah terjadi dan mengubah semua hidupnya. Tuntutan keluarga juga membuatnya tertekan dan linglung berkali-kali. Lelah, anxiety, depresi, insomnia dan semua hal menyakitkan aku telan. Perasaan ingin menyerah datang dan pergi tanpa permisi, bagaikan angin yang berhembus. Sayangnya keinginan itu selalu kalah dengan keinginan lain yaitu KUDU SURVIVE. Iya, mau gak mau bagaimanapun caranya kita harus bertahan. Proses ini menjadi saksi kesuksesan masa depan nanti, jadi harus bertahan bagaimanapun letihnya. Demi mimpi, demi aku, demi kebahagiaan. Waktu yang terus berputar pada porosnya menyadarkanku bahwa perasaan gagal yang selalu menghampiri adalah petarung yang bisa merebut waktumu kapan saja secara percuma. Oleh sebab itu, daripadi menghabiskan waktu untuk menyesali semua takdir ini, mengapa kita tidak lanjut berjalan saja. Sebelum Sang Raja Siang menghembuskan nafas terakhirnya dan purnama pergi meninggalkan kita selamanya, why don’t we walk together? Shadow is also the part of my body, my life. Melangkahlah aku akhirnya menuju jalan yang lebih pasti, meskipun terjal, berlubang, gelap dan entah ada apa lagi di jalan ini.

Semenjak aku kuliah, waktuku tidak hanya habis untuk kuliah tapi juga organisasi dan part time. Sekali-kali aku juga mengasah skill yang lain, salah satunya adalah menulis. Konten-konten di blog ini adalah salah satu proses pengembangan skill ku. Blog ini dibuat tahun 2017 dan konten pertamanya adalah curhat. Iya, curhat yang harusnya jadi rahasia pribadi sekarang jadi rahasia umum. Hahaha... Btw, thank you for all the silent readers and commentators out there. I’ve gained a lot of strength from you! Dan sampai sekarang kontennya juga tetap sama, curhat. LOL. TAPI, justru karena konten curhat ini tulisanku semakin lama juga semakin baik. Setelah konten curhat, akhirnya aku mulai bisa menulis artikel ilmiah dan non-ilmiah, cerita pendek, puisi, esai dan masih banyak lagi. Selain itu, bahasa yang digunakan juga tidak melulu Bahasa Indonesia, tapi juga Bahasa Inggris dan Bahasa Jerman. Dulu tujuan membuat blog hanya untuk pelepas stres dan senang-senang doang, lama-lama dunia tulis-menulis ini membuahkan hasil. Dari menghasilkan konten, menang lomba, diterima sebagai partisipan exchange ke LN, dibayar dan masih banyak lagi. Semua ini berkat kalian juga, berkat kritik dan saran kalian aku bisa sampai sini.

Berkat dunia tulis-menulis ini lah aku semakin semangat untuk menjadi penulis. Tapi karena kebanyakan tulisanku berangkat dari pengalaman pribadi, sedangkan pengalamanku masih kuraangg untuk modal menulis. That’s why, I tried to look for new chances. Salah satunya, memperbanyak baca buku. Semakin banyak buku yang dibaca semakin banyak juga informasi yang didapatkan untuk menulis dan imbasnya juga aku mulai mengenal genre buku favoritku. Beberapa genre yang aku suka adalah all novel by Ika Natasa dan self improvment books by Wirda Mansur and Maudy Ayunda. Ketiga penulis itu adalah penulis favoritku sepanjang masa hehe. Berangkat dari buku-buku ini, aku mulai belajar sedikit-sedikit tentang dunia psikologi. Mulai dari Anxiety, Depresi, Introverts vs Extroverts, Looking for our own happiness dan masih banyak lagi. Ini lah yang membuatku lebih bergairah, nulis..nulis..nulis..diskusi..baca..nulis..

Langkah selanjutnya adalah meminta kekuatan-Nya. Berdoa, ikhtiar, mendekatkan diri kepada Yang Maha Besar. Minta ke yang punya dunia, karena kita itu tinggal di kerajaan-Nya. Semakin mendekatkan diri, harusnya semakin tahu cara untuk membenahi diri. Termasuk membenahi mimpi. Bawa mimpi ke sajadah, ke doa, berdoa sedetail mungkin baru lanjut usaha duniawi, terus ditutup dengan doa lagi. Kalau katanya Wirda tuh “Allah dulu, Allah lagi, Allah terus..” Gunanya apa sih? Supaya diberikan petunjuk dan kekuatan. Bagi yang belum punya mimpi, doa aja dulu minta diberikan petunjuk. Allah itu as-Sami’ atau Maha Mendengar. J


sumber: Buku Unlimited You by Wirda Mansur

Setelah mengumpulkan semua hal yang berkecimpung di kehidupanku, aku mulai berpikir lebih dalam tentang apa yang benar-benar aku ingin lakukan di dunia ini. Finally, I found it! Salah satunya adalah kuliah Psikologi di Universität Wien atau Universität Innsbruck. Kedua universitas itu lokasinya di Austria, Eropa. Why Austria not Germany? Meskipun aku mahasiswa Sastra Jerman, mein erstes Traumland ist Österreich (negara impian utamaku adalah Austria). Sejak sma udah ngidam pengin ke Austria terutama ke Wien/Vienna, karena nama kotanya dalam Bahasa Jerman cukup membingungkan dengan wine atau dalam bahasa Jerman tulisannya Wein. Wien and Wein, hmm.. sounds cute. Haha.. Other than that I’m falling in love with their architecture building. You need to check this out here and here forInssbruck. Doain ya guys! Semoga bisa keturutan, meskipun ngulang S1 lagi gapapa. Berjuang itu tidak mengenal waktu.

Selain kedua universitas itu, ada satu universitas yang sudah kalian kenal karena salah satu artis Indonesia adalah alumni kampus ini. Apalagi kalau bukan Oxford University. Alasannya masih sama England is my second dreamland. Kapan lagi ketemu Prince Harry. #halulagi alasan kedua juga masih sama, their old style building captivating my eyes. Pantes Maudy Ayunda senang banget kuliah di sini. Kuliah di sini jurusannya juga masih sama yaitu Psikologi. Ada satu alasan yang membuat aku terpikat dengan jurusan ini. Punya gangguan mental dan merasa tidak ada yang mendengarkan itu gak enak. Itu sebabnya aku ingin menjadi satu dari sekian psikolog lainnya yang menemani mereka berjuang melawan gangguan itu. Doain aja semoga diizinkan.

Jadi, intinya pembahasan di atas adalah kita harus punya mimpi yang besarr dan kuat. Bawa mimpi ke sajadah, curhat aja ke Allah yang detail. Contohnya aku berdoa gini, “Ya Allah Yang Mahakuasa, Yang Mahapendengar, Yang Mahapemberi, Yang Mahapengampun terimakasih sudah dicukupkan kebutuhanku, diaktifkan semua inderaku, diberikan rezeki yang cukup dan diberikan kesempatan memperbaiki diri lagi. Ya Allah aku ingin jadi Psikolog dan punya kantor bercabang-cabang seluruh Indonesia, aku juga ingin kuliah di Austria di Universität Innsbruck gratis dapat beasiswa kuliah dan beasiswa kehidupan selama di sana. Tolong bimbing aku dan dekatkan aku kepadanya. Aamiin.” INGAT HARUS DETAIL. Ilmu ini aku pelajari dari Wirda Mansur, karena apa yang kita inginkan ya harus spesifik dan gak usah sunkan sama Allah. Jusrtru Allah tuh suka kalau hamba-Nya meminta kepada-Nya dan hanya bersandar pada-Nya. Yuk! Kita semua pasti bisa! Sekian cerita hari ini. Stay Positive! Semangat!

Comments

Post a Comment